BLBI Dinyatakan Lunas, Hardjuno Pertanyakan Hak Tagih Rp110 Triliun
Pemerintah menyatakan kewajiban BLBI Rp218,3 triliun ke BI lunas. Hardjuno menyoroti hak tagih negara dan beban fiskal yang masih perlu dijelaskan.
Ilustrasi anak-anak mengukur tinggi badan. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana Jakarta mengatakan hormon pertumbuhan hingga asupan gizi dapat memengaruhi tinggi badan anak untuk terus tumbuh dan berkembang.
“Selain itu ada juga aktivitas fisik dan faktor genetik, meskipun untuk tumbuh optimal dibutuhkan makanan dengan nilai gizi yang berkualitas dan juga aktivitas fisik yang dapat merangsang pertumbuhan tulang sehingga dicapai tinggi badan yang optimal,” kata Ahli Gizi Fitri Hudayani SST, M.Gz, Senin (13/5/2024).
Fitri menuturkan bila berdasarkan gender, anak laki-laki dapat tumbuh tinggi sampai usia 20 tahun, sedangkan anak perempuan sampai dengan 18 tahun. Selama masa tersebut, orang tua diharapkan dapat mengoptimalkan asupan gizi yang baik.
Kalaupun terdapat kondisi pertumbuhan anak yang melebihi standar, Fitri menjelaskan ada beberapa faktor penyebab seperti produksi berlebihan dari hormon pertumbuhan yang berperan dalam pertumbuhan atau proses pemanjangan tulang, sehingga membutuhkan pengkajian khusus dari ahlinya.
Terkait dengan mengoptimalkan asupan gizi anak dalam kondisi yang normal, orang tua bisa membantu menstimulus produksi hormon pertumbuhan dengan cara memberi makanan berprotein yang bersumber dari hewan atau nabati.
Misalnya ikan laut maupun air tawar, daging unggas, daging sapi, telur, protein susu serta tempe, tahu dan sayuran berdaun hijau yang mudah dibeli oleh masyarakat di pasar. Selain itu, kalsium yang berperan dalam pertumbuhan tulang bisa didapat dari susu serta olahannya.
Selama anak masih mengalami tumbuh kembang, Fitri mengatakan orang tua harus memperhatikan pengaturan pola makan anak yang sesuai dengan kebutuhan dan usianya.
BACA JUGA: Angka Stunting di Gunungkidul Diklaim Turun 1,3 Persen
Disertai dengan aktivitas fisik yang cukup sehingga seimbang antara makanan dan aktivitasnya.
Termasuk memantau berat badan untuk mengetahui apakah anak memiliki berat badan berlebih (obesitas) atau tidak.
“Hindari konsumsi gula yang berlebihan karena dengan konsumsi gula atau karbohidrat sederhana yang berlebih akan meningkatkan risiko obesitas dan diabetes melitus dalam keadaan tersebut dapat memengaruhi hormon pertumbuhan,” ujarnya.
Sebelumnya, terdapat warta soal seorang anak laki-laki kelas 6 SD di Kabupaten Kerinci, Jambi yang tinggi badannya mencapai dua meter. Melalui banyak foto yang beredar di media sosial, tampak tubuh anak tersebut lebih besar dibandingkan anak-anak seusianya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menyatakan kewajiban BLBI Rp218,3 triliun ke BI lunas. Hardjuno menyoroti hak tagih negara dan beban fiskal yang masih perlu dijelaskan.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.