Jadwal KSPN Jogja Senin 31 Agustus 2026, Ada Rute ke Pantai Drini
Cek jadwal KSPN Jogja Senin 31 Agustus 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan jam keberangkatan dan tarif.
Sutradara dan pemeran film Tuhan Izinkan Aku Berdosa saat menghadiri nonton bareng di JAFF, Jumat (1/12/2023) malam. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah film bertajuk Tuhan, Izinkan Aku Berdosa diputar di gelaran Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) XXI, Jumat (1/12/2023) malam. Sutradara Hanung Bramantyo siap menghadap kemungkinan adanya pro-kontra terhadap film yang diadaptasi dari novel kontroversial Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur (2003) karya Muhidin M. Dahlan.
Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa ini di produksi oleh MVP Pictures dan di Produseri oleh Raam Punjabi diperankan sejumlah artis, mulai dari Aghniny Haque (kiran) Djenar Maesa Ayu (Ami), Doni Damara (Tomo), Nugietrilogy (Alim Suganda), Andri Mashadi (Da'rul) dan Samo Rafael (Hudan).
BACA JUGA : Sinopsis The Three Musketeers: D'Artagnan, Mulai Tayang di Bioskop
Di sela-sela menghadiri pemutaran film tersebut di JAFF, Hanung Bramantyo mengungkap alasannya nekat mengadaptasi novel kontroversial tersebut menjadi film layar lebar. Tak bermaksud membuat cerita itu kian kontroversial, Hanung justru berusaha menyuguhkan berbagai pesan dan kritik terhadap situasi yang selama ini terjadi di negeri ini.
“Selain persoalan konflik politik, ada beberapa hal yang mendasari bahwa film ini bisa menjadi kritik terhadap kondisi saat ini. Misalnya ada berita oknum ustaz melakukan pencabulan. Ini kita anggap tempat suci namun terjadi pelecehan. Saya tidak melihat secara langsung, tetapi saya bertemu dengan aktivis melakukan pendampingan terhadap korbannya,” kata Hanung kepada wartawan.
Ia menuturkan film tersebut seakan mencoba mengarahkan kemarahan itu kepada Tuhan namun tidak bisa terealisasikan. Karena semua jawabannya tetap kembali ke Tuhan, pada akhirnya menjadi pesan dan introspeksi pada diri setiap orang, bahwa seluruhnya harus saling menghormati, menghargai antarsesama.
Hanung tak menampik bahwa film tersebut ada potensi kritik maupun protes dari masyarakat. Ia pun siap dengan berbagai hal tersebut karena memang ada pesan penting yang perlu disampaikan terutama berkaitan dengan kepedulian terhadap pencegahan kekerasan perempuan.
“Ini sebuah ujung kemarahan kepada Tuhan tetapi kita tidak bisa merealisasikan kemarahan itu. Kembali, apakah saya siap? Saya tidak pernah membayangkan membuat film masuk pengadilan, seperti saat film Soekarno [2013], saya sendirian, tidak asosiasi yang membela. Berhadapan dengan warganet, sampai pengadilan,” ujarnya.
Bukan hanya memiliki keyakinan kuat terhadap Tuhan, Kiran juga seorang mahasiswi yang pintar. Kekritisannya bercampur dengan niat berdakwah sembari berbakti kepada orang tua. Saat ayahnya sakit keras, Kiran merasa tidak tega dikirimkan uang bulanan. Hingga akhirnya ia dibantu seorang pelacur paruh baya bernama Ami. Hal itulah yang menjadi awal dia terjerumus ke prostitusi.
BACA JUGA : Jatuh Cinta Seperti di Film-Film Segera Tayang, Ini Sinopsisnya
Aghniy mengaku antusias ketika mendapatkan tawaran bermain di film tersebut. Namun ia sempat galau ketika berusaha memerankan film yang dari sisi pertanyaan sudah menimbulkan pertanyaan. “Karena aku tidak pernah protes ke Tuhan, sempat berfikir yang saya perankan sudah mirip Kiran belum, beberapa kali saya konsultasi soal ini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal KSPN Jogja Senin 31 Agustus 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan jam keberangkatan dan tarif.
LBB 2026 Jogja diikuti 3.500 pelajar dari SD hingga SMA. Kegiatan ini menanamkan disiplin, keteraturan, dan cinta Tanah Air.
Profil Destry Damayanti, Gubernur BI 2026-2031, mulai pendidikan, karier sebagai ekonom hingga perjalanan di Bank Indonesia.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk 2027, terutama untuk SDM, usaha, digitalisasi, dan pengawasan.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.