10 Daun Ini Bermanfaat untuk Kesehatan Ginjal, dari Seledri hingga Kali Beling
Daun-daun tertentu bisa digunakan menjadi obat herbal untuk meningkatkan fungsi ginjal. Namun, sebaiknya perhatikan komposisi penggunaan agar tidak memperberat
Ilustrasi sirosis hati/gleneagleshospital
Harianjogja.com, JAKARTA— Liver atau hati memiliki berbagai peran penting bagi tubuh. Hati merupakan organ tubuh terbesar manusia yang terletak di rongga perut kanan bagian atas, tepat di bawah diafragma.
Dilansir dari Health, di antara banyaknya peran liver atau hati, beberapa pekerjaan yang paling terkenal termasuk menyaring darah tubuh, memproses nutrisi, dan menyimpan energi. Karena melakukan banyak fungsi, hati rentan terhadap serangan dari berbagai sisi.
Banyak faktor yang memengaruhi serangan hati, seperti kondisi kesehatan, obat-obatan, dan pola hidup.
BACA JUGA: Bunda, Perhatikan Tanda-tanda Sakit Liver pada Anak, Jangan Diabaikan
Kerusakan hati dikaitkan dengan banyak kondisi medis, seperti beberapa bentuk hepatitis, infeksi hati, kanker hati, penyakit Wilson, dan kerusakan akibat alkohol. Karena hati terlibat dalam berbagai fungsi tubuh, gejala kerusakan hati bervariasi.
Kerusakan hati bisa menyebabkan sirosis, jaringan parut pada hati dan penurunan fungsi hati. Namun, sirosis merupakan tahap terakhir ketika seseorang menderita penyakit hati kronis.
Obesitas diperkirakan berperan dalam penyakit hati berlemak nonalkohol (NAFLD). NAFLD terjadi ketika terlalu banyak lemak disimpan di sel hati. Meskipun para ahli belum mengetahui secara pasti penyebab kondisi ini, kondisi ini juga terkait dengan sindrom metabolik, tekanan darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, dan obesitas.
Hepatitis B dan C kronis bertanggung jawab atas sebagian besar kasus kanker hati di seluruh dunia. Hepatitis C menyebar melalui kontak dengan darah yang terinfeksi yang berarti Anda bisa tertular dari berbagi jarum suntik, hubungan seks tanpa kondom, dan transfusi darah. Menato dengan jarum kotor juga berisiko. Hepatitis B, yang juga menyebar melalui darah yang terinfeksi, tetapi lebih jarang terjadi pada orang dewasa karena vaksin sudah tersedia dan direkomendasikan untuk sebagian besar anak-anak.
Genetika juga dapat berperan dalam kesehatan hati Anda. Penyakit keturunan hemochromatosis menyebabkan penumpukan zat besi dalam tubuh yang dapat menyebabkan sirosis dan akhirnya gagal hati. Lalu, penyakit Wilson yang menyebabkan penumpukan tembaga di dalam tubuh sehingga merusak tidak hanya hati tetapi juga otak dan organ lainnya.
Penyakit autoimun tertentu juga dapat mempengaruhi fungsi hati. Ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang hati, hal ini disebut hepatitis autoimun. Tidak ada yang tahu persis apa yang menyebabkan tubuh menyala sendiri, tetapi faktor genetik mungkin berperan.
Sirosis bilier primer (PBC) adalah penyakit autoimun lain yang biasanya menyerang orang yang dianggap berjenis kelamin perempuan saat lahir. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan sirosis dan gagal hati jika tidak diobati.
Asetaminofen dalam dosis tinggi dapat menyebabkan gagal hati dan bahkan kematian. Karena asetaminofen sering ditemukan dalam obat flu dan pilek yang dijual bebas, penting untuk diingat untuk memeriksa label bahan obat bebas yang Anda pakai.
Selain asetaminofen, obat lain juga bisa membahayakan hati Anda. Misalnya, penggunaan steroid anabolik (hormon pria yang digunakan beberapa atlet untuk meningkatkan kinerja mereka) dalam jangka panjang telah dikaitkan dengan risiko kanker hati yang sedikit lebih tinggi. Lalu juga bat-obatan terlarang, termasuk heroin dan kokain, serta obat-obatan disosiatif (psikedelik), juga dapat menyebabkan kerusakan hati.
Merokok dapat meningkatkan risiko kanker hati dan sirosis hati. Sebuah studi pada 2013 di Scandinavian Journal of Gastroenterology menemukan bahwa merokok dikaitkan dengan peningkatan risiko sirosis hati terlepas dari asupan alkohol. Bahan kimia beracun dalam asap tembakau dapat menyebabkan peradangan dan sirosis.
Penyalahgunaan alkohol tetap menjadi penyebab utama sirosis dan penyakit hati berikutnya. Diperkirakan 10 hingga 15% peminum berat akan mengalami jaringan parut pada hati. Artinya, minum dalam jumlah sedang (atau tidak minum sama sekali) dapat membantu menjaga kesehatan hati Anda.
Soda yang mengandung gula adalah penyebab utama kenaikan berat badan sehingga dikaitkan dengan kerusakan hati. Penelitian yang dipublikasikan di Pediatric Obesity pada 2013 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi dua minuman manis sehari selama enam bulan menunjukkan tanda-tanda penyakit hati berlemak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Daun-daun tertentu bisa digunakan menjadi obat herbal untuk meningkatkan fungsi ginjal. Namun, sebaiknya perhatikan komposisi penggunaan agar tidak memperberat
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar
Bek Persib Bandung Frans Putros masuk skuad sementara Irak untuk Piala Dunia 2026 dan berpeluang mencetak sejarah bagi Liga Indonesia.