Advertisement
Waspada! Sakit di 3 Bagian Tubuh Ini Bisa Jadi Gejala Penyakit Liver
Ilustrasi sakit pada bagian perut. - Shutterstock
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Penyakit hati berlemak adalah suatu kondisi yang berkembang karena lemak menumpuk di hati. Diabetes, diabetes tipe 2, dan konsumsi alkohol berlebihan ialah tiga faktor risiko utama dan Sirosis hati sering digambarkan sebagai penyakit hati berlemak stadium akhir.
Pada tahap ini, organ tidak dapat lagi berfungsi dengan baik sebab jaringan hati yang sehat secara bertahap digantikan oleh jaringan parut.
Advertisement
Ketika hati berhenti bekerja dengan baik, Anda mungkin mulai mengalami nyeri di perut, leher, dan bahu. Semakin memburuk kondisi hati semakin meningkat pula rasa sakitnya.
Nyeri dapat berasal dari penyakit yang menyebabkan sirosis maupun sirosis itu sendiri. Seiring dengan rasa sakit yang mengganggu, kebanyakan orang yang mengalaminya mengatakan bahwa rasa sakit mereka bersifat kronis dan bertahan lama.
Baca juga: Fakta Unik Minuman Soda, Ternyata Awalnya Dibuat Oleh Apoteker
Dimanakah rasa sakit yang paling umum?
1. Perut kanan
Kebanyakan orang dengan sirosis hati mengalami nyeri di bagian kanan atas perut tepat di bawah tulang rusuk, tak jarang pasien sirosis juga dapat mengeluh nyeri pada punggung dan persendian.
2. Nyeri di bahu karena liver
Hati yang bengkak dan membesar dapat menyebabkan nyeri pada bahu kanan seseorang, menurut badan kesehatan Cancer Research UK. "Ini karena hati yang membesar merangsang saraf yang terhubung ke saraf di bahu. Ini disebut 'nyeri yang dirujuk'."
3. Nyeri pergelangan tangan
Dalam satu laporan kasus, seorang pasien liver bernama Hana mengalami sakit khusus di pergelangan tangan kanannya. "Awalnya Hana mengira itu karena semua pekerjaan komputer yang dia lakukan, tetapi ketika kedua pergelangan tangannya terasa sakit dan bengkak dia memutuskan untuk menemui dokternya," jelas Dokter Hati melansir dari Express UK.
Kapan gejala perlemakan hati muncul?
Gejala penyakit hati berlemak dapat muncul dalam waktu 5 tahun atau namun dapat juga memakan waktu antara 20 dan 30 tahun setelah kondisi tersebut didiagnosis.
Pengetahuan terkait gejala atau tanda-tanda yang disebutkan di atas dapat membantu Anda dalam mencari diagnosis dan deteksi dini kondisi tersebut. Selain itu melakukan tes fungsi hati secara teratur juga dapat membantu mengetahui status kesehatan hati Anda.
Demi mencegah komplikasi terkait kesehatan hati ini Anda dapat menerapkan diet sehat dan mengurangi berat badan jika kelebihan berat badan, serta setidaknya 30 menit olahraga hampir setiap hari dalam seminggu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
4 Orang Tewas Berjatuhan, Lokasi Proyek Gedung Maut di Jaksel Sepi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement








