Langkah Fajar/Fikri Terhenti, Leo/Daniel ke Final Asian Games 2026
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan kurang tidur, pola makan tidak sehat, stres, hingga merokok terbukti meningkatkan risiko infertilitas pada pria dan wanita, menurut kajian kesehatan reproduksi yang dikutip dari Hindustan Times.
Ditulis laman Hindustan Times, Senin (15/12/2025), kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat dapat secara diam-diam mengganggu keseimbangan tubuh, memengaruhi kesehatan reproduksi jauh sebelum gejala yang terlihat muncul.
"Menurut WHO, 1 dari 6 pasangan di seluruh dunia mengalami infertilitas. Kesuburan bergantung pada keseimbangan hormon yang stabil, organ yang sehat, dan rutinitas yang teratur yang mendukung ritme alami tubuh," kata Dr. Snehal, seorang spesialis kesuburan dan spesialis kesehatan wanita.
Di antara pola hidup yang tidak sehat adalah pola tidur tidak teratur yang dapat memengaruhi hormon yang bertanggung jawab atas kesehatan reproduksi pria dan wanita.
Snehal mengatakan ketika kurang tidur, kualitas sperma juga menurun. Ketika kurang tidur atau tidur tidak teratur, otak menghasilkan kadar hormon yang lebih rendah yang mendukung ovulasi dan perkembangan sperma.
"Tidur kurang dari 6 jam dikaitkan dengan peningkatan hingga 30 persen pada ketidakteraturan menstruasi. Pria dengan kualitas tidur yang buruk memiliki konsentrasi sperma 25–35 persen lebih rendah," katanya.
Dia juga menekankan dan mendesak mereka yang bekerja shift malam atau banyak menggunakan layar di malam hari untuk berhati-hati, karena kebiasaan ini dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem reproduksi.
Snehal juga mengatakan kebiasaan makan memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Dijelaskannya bahwa diet rendah makanan segar dan tinggi makanan olahan dapat berdampak negatif pada kualitas sel telur dan sperma, secara bertahap mengganggu keseimbangan hormon yang dibutuhkan untuk kesuburan.
Sebaliknya, dia menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, protein, dan lemak sehat secara teratur yang dapat membantu meningkatkan kesuburan sebesar 10–15 persen.
Lebih lanjut Snehal mengatakan stres dapat memengaruhi penurunan hormon reproduksi. Wanita dengan tingkat stres tinggi memiliki risiko dua kali lipat mengalami menstruasi tidak teratur. Pada pria, stres kronis dapat mengurangi testosteron dan menyebabkan penurunan jumlah sperma sebesar 20–30 persen.
Selain itu, pentingnya bergerak juga ditekankan karena duduk terlalu lama dapat berdampak negatif pada organ reproduksi dan mengurangi peluang keberhasilan kesuburan.
Penurunan aliran darah ke organ reproduksi menyebabkan penambahan berat badan di sekitar area perut. Snehal menjelaskan bahwa menjaga gaya hidup aktif adalah hal yang baik.
"Baik pria maupun wanita mendapat manfaat dari aktivitas sedang (150 menit/minggu) seperti jalan cepat, bersepeda, atau yoga," sarannya.
Ia juga mencatat duduk lebih dari 5 jam per hari dikaitkan dengan penurunan motilitas sperma.
Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menurunkan kesuburan adalah konsumsi alkohol, tembakau, dan kafein. Menurut dokter, alkohol memengaruhi hati yang memiliki peran penting dalam pengaturan hormon. Konsumsi alkohol berlebihan mengurangi kesuburan hingga 18 persen.
Sementara itu, tembakau memengaruhi aliran darah serta merusak sel telur dan sperma. Pria yang merokok memiliki jumlah sperma 10–17 persen lebih rendah dan fragmentasi DNA yang lebih tinggi. Kopi juga dapat mengganggu keseimbangan hormon. Mengonsumsi lebih dari 300 mg kafein per hari (2–3 cangkir) dapat menunda pembuahan.
Namun, bagi perempuan risikonya bahkan lebih besar sehingga sangat penting untuk mengurangi kebiasaan seperti merokok. Perempuan yang merokok memiliki risiko infertilitas dua kali lebih besar.
Mengurangi konsumsi zat-zat tersebut dapat menghasilkan perbaikan yang nyata. Dr. Snehal mengungkapkan bahwa siklus menstruasi yang lebih sehat dan parameter sperma yang lebih baik dapat terlihat dalam waktu 8–12 minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.