Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Warga Dilarang Mendekat
Status Gunung Anak Krakatau masih Siaga Level III. Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Ilustrasi/Telegraph.co.uk
Harianjogja.com, JAKARTA—Telepon sambil berjalan bisa dilakukan siapa saja, terlebih saat kesibukan melanda. Namun jika terus dibiasakan, kondisi ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker.
Alasannya, dikutip dari Times of India, karena saat kita bergerak, ponsel kita terus mencari dan terhubung ke sinyal, menghasilkan emisi radiasi dengan tingkat yang lebih tinggi.
Paparan radiasi yang berkepanjangan ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi implikasi kesehatan.
Dr. Mandeep Singh Malhotra, Onkologi, CK Birla Hospital (R), Delhi mengatakan, ponsel memancarkan radiasi elektromagnetik dalam bentuk gelombang frekuensi radio, dan paparan gelombang ini dalam waktu lama, terutama saat didekatkan ke tubuh, telah dikaitkan dengan potensi risiko kesehatan, termasuk kanker.
Penelitian yang sedang berlangsung menggali korelasi antara penggunaan ponsel dan perkembangan tumor otak, khususnya glioma dan neuroma akustik. Meskipun bukti tetap tidak meyakinkan, beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan hubungan, terutama dengan penggunaan jangka panjang dan berat.”
Baca juga: Puluhan Maba UPN Jogja Keracunan Massal, Ini Tanggapan Pihak Rektorat
Namun, bukan hanya kanker saja yang harus kita waspadai. Terlibat dalam percakapan telepon atau SMS sambil berjalan mengalihkan perhatian dari sekitar kita, meningkatkan risiko kecelakaan, jatuh, dan tabrakan.
Selain itu, menatap layar ponsel dalam waktu lama berkontribusi pada ketegangan mata digital, yang menyebabkan ketidaknyamanan dan sakit kepala.
Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar ponsel mengganggu produksi melatonin, hormon penting untuk tidur yang sehat. Akibatnya, menggunakan ponsel sebelum tidur dapat menyebabkan gangguan tidur dan insomnia.
Implikasinya melampaui individu untuk generasi muda kita. Anak-anak dan remaja, dengan otak dan tubuh mereka yang sedang berkembang, lebih rentan terhadap potensi efek radiasi.
Dampak jangka panjang dari penggunaan ponsel secara ekstensif pada demografis ini masih dipelajari.
Sementara konsensus ilmiah belum secara definitif menetapkan hubungan antara radiasi ponsel dan efek kesehatan yang merugikan, sebaiknya berhati-hati.
Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mengklasifikasikan medan elektromagnetik frekuensi radio sebagai "kemungkinan karsinogenik bagi manusia," berdasarkan bukti terbatas dari hubungan potensial dengan tumor otak.
Kebiasaan penggunaan telepon, pakai hands free dan menjaga jarak dengan ponsel dapat membantu mengurangi risiko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Status Gunung Anak Krakatau masih Siaga Level III. Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Polres Bantul menyita 1.053 pil sapi dari seorang pemuda di Pandes II, Pleret. Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat.
DIY mengalami deflasi 0,31% pada Juli 2026. BPS menyebut turunnya harga cabai, bawang, dan tomat menjadi penyebab utama.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja cerah pada Selasa, 4 Agustus 2026. Simak prakiraan cuaca DIY dan kota-kota besar di Indonesia.
Rizky Ridho mengakui kesalahan fatal saat Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam di Piala AFF 2026 dan bertekad bangkit menghadapi Singapura.
Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif cenderung melemah pada Selasa, 4 Agustus 2026. Simak faktor yang memengaruhinya.