AI Masuk E-Katalog, Luhut Klaim Anggaran Bisa Hemat 30 Perse
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Gadis Kretek/Instagram
Harianjogja.com, SOLO—Sinopsis drama serial Netflix Gadis Kretek banyak bikin penasaran publik lantaran film satu ini dibintangi dua artis papan atas Tanah Air, yakni Dian Sastrowardoyo dan Arya Saloka.
BACA JUGA: Sinopsis Drama Sweet Games
Serial Netflix satu ini diadaptasi dari novel populer karya Ratih Kumala dengan judul yang sama. Namun, di Netflix, serial tersebut memakai judul bahasa Inggris, yakni Cigarette Girl.
Selain Dian Satro dan Arya Saloka, ada beberapa artis ternama lainnya yang bermain di serial ini, di antaranya Putri Marino, Ibnu Jamil, Tissa Biani, Winky Wiryawan, Sheila Dara, Ario Bayu, Verdi Solaiman, Dimas Aditya, Rukman Rosadi, Tutie Kirana, Pritt Timothy, dan masih banyak lagi.
Mengutip sinopsis Gadis Kretek di laman resmi Netflix dan Layar.id, serial ini mengisahkan tentang kehidupan Soeraja dan Daisyah atau Jeng Yah. Soeraja diketahui sedang sakit keras dan sekarat. Padahal dia merupakan pemilik pabrik kretek besar dan terkenal bernama Djagad Raya.
Di akhir hayatnya, Soeraja justru memanggil-manggil nama Jeng Yah. Padahal dia sudah menikah dengan perempuan yang berbeda. Akhirnya, ketiga anak Soeraja, Lebas, Karim, dan Tegar ingin mencari sosok Jeng Yah agar kisah cinta ayahnya dan Daisyah tersebut bisa menjadi perjalanan hidup yang berharga bagi Soeraja.
Tak hanya tentang percintaan, drama serial ini juga mengangkat kisah perkembangan industri rokok di Indonesia di era penjajahan.
Penasaran dengan sinopsis dan cerita lengkap dari serial Gadis Kretek ini? Kamu harap bersabar karena berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com dari akun Instagram @gadiskretek, serial ini baru tayang di Netflix pada 2 November 2023.
“Rempah, sejarah, dan cinta dalam satu kisah. Gadis Kretek mulai tayang 2 November, hanya di Netflix,” tulis pengguna akun Instagram @gadiskretek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Peneliti Jepang mengembangkan program e-Bocchi untuk membantu anak menghadapi kesepian, meningkatkan kemampuan mencari bantuan, dan mencegah depresi.
Petisi penolakan proyek geothermal Gunung Ungaran menembus 7.000 dukungan. Pemprov Jateng memastikan perizinan dan amdal dikaji ketat.
Muhammadiyah meminta polisi tidak tebang pilih mengusut dugaan kekerasan yang melibatkan anggota maupun ormas berdasarkan bukti hukum.
Dokter UGM mengingatkan pentingnya mengontrol kolesterol dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menekan risiko penyakit jantung dan stroke.
Program Manajemen Talenta Nasional di ISI Jogja menyiapkan talenta seni, olahraga, riset, dan inovasi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.