AI Tak Hanya Hapus Pekerjaan, 41 Juta Posisi Bisa Muncul
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Instagram: Vilmei
Harianjogja.com, JOGJA— Vilmei mengungkap rencana meninggalkan pekerjaannya sebagai content creator setelah menghadapi persoalan hilangnya uang sekitar Rp1,2 miliar yang diduga melibatkan mantan karyawannya. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, ia justru ingin memulai kehidupan baru dengan bekerja dari titik paling awal.
Vilmei tidak hanya berencana berhenti membuat konten. Ia juga ingin pindah ke kos atau kontrakan agar dapat belajar hidup lebih mandiri, kemudian mencari pekerjaan seperti orang yang baru memulai karier. Target pertamanya adalah mengumpulkan Rp100 juta dari pekerjaan tersebut.
Rencana itu disampaikan Vilmei melalui akun Instagram @vilmei pada Rabu (30/9/2026). Ia mengatakan keputusan untuk berhenti menjadi content creator sebenarnya sudah cukup lama dipikirkannya.
“Setelah Rp1,2 M aku hilang aku mutusin buat resign jadi content creator. Yes kalian nggak salah denger rencananya aku bakal pindah ke kosan atau ke kontrakan supaya aku bisa belajar jadi lebih mandiri,” ungkap Vilmei.
Alih-alih menentukan sendiri profesi yang akan dijalaninya, Vilmei meminta masukan dari pengikutnya. Ia bahkan membuka peluang mendapatkan informasi lowongan kerja dari netizen untuk pekerjaan yang memungkinkan dirinya memulai semuanya dari nol.
“Jujur aku udah mikirin ini dari lama, jadi kayaknya emang udah waktunya. Tapi aku butuh bantuan kalian, menurut kalian kerjaan apa yang cocok buat aku ngumpulin Rp100 juta pertama aku,” tambahnya.
Vilmei secara khusus menyebut sejumlah pekerjaan yang menurutnya dapat menjadi pilihan setelah meninggalkan dunia content creator. Ia menyebut kasir, waiter, tukang fotokopi, hingga barista sebagai contoh pekerjaan yang ingin dicobanya.
“Tapi aku mau kerjanya ini tuh dari 0 banget. Contohnya kasir, atau waiters, atau tukang fotocopy, barista? Yaudah mending kalian komen cocoknya jadi apa dan kalo ada loker kalian bisa hubungin aku,” kata Vilmei.
Keinginan tersebut membuat rencana Vilmei tidak sekadar berkaitan dengan berhenti membuat konten. Ia juga ingin merasakan pengalaman mencari penghasilan melalui pekerjaan yang dimulai dari tahap awal.
Pada saat yang sama, persoalan kehilangan uang yang sebelumnya ia ceritakan masih berproses melalui jalur hukum. Polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan saldo TikTok milik Vilmei. Ketiganya terdiri atas ZK alias Z, ASR alias A, dan L.
Polisi menyebut nilai kerugian sementara berdasarkan audit internal dan riwayat transaksi yang disampaikan korban mencapai Rp1.282.915.000. Namun, angka tersebut merupakan nilai saldo yang digunakan untuk membeli koin TikTok dan bukan nilai bersih yang diterima para tersangka.
Sebelum mengungkap keinginannya untuk resign, Vilmei sempat menjelaskan alasan uang tersebut dibiarkan tersimpan di akun TikTok miliknya. Ia mengatakan dana itu memang sengaja tidak segera ditarik karena ingin mengumpulkannya terlebih dahulu.
“Bukannya gak butuh, tapi tadinya aku pikir kita nggak ambil karena kan kalo ngambil dikit-dikit gak berasa jadi aku pikir yaudah lah simpan aja di situ,” ungkapnya.
Vilmei mengatakan dana tersebut sebelumnya direncanakan untuk kebutuhan rumah yang ingin dibangunnya. Salah satu penggunaan yang sudah dipikirkan adalah membeli furniture untuk kamar.
“Tadinya rencananya buat furniture kan aku mau bikin rumah terus tadinya tuh buat furniture kamar aku. Jadi gak aku ambil tuh bukan karena apa ya memang ditabung aja di situ biar nanti pas narik berasanya lebih hmm gitu ternyata memang hmm,” ungkapnya lagi.
Dalam perkara yang dilaporkan kepada polisi, mantan karyawan Vilmei diduga memanfaatkan akses terhadap perangkat perusahaan yang sudah terhubung dengan akun TikTok miliknya. Saldo tersebut kemudian digunakan untuk membeli koin TikTok dan mengirimkan gift ke sejumlah akun yang berkaitan dengan para tersangka.
Gift yang diterima kemudian dicairkan melalui rekening bank dan dompet digital. Polisi masih mendalami keseluruhan aliran transaksi serta kemungkinan adanya akun lain yang menerima gift dari saldo tersebut.
Vilmei sebelumnya juga menyampaikan bahwa dirinya menyerahkan penanganan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum. Ia mengaku tidak tega karena persoalan itu melibatkan orang yang pernah bekerja dengannya.
“Alasan mengambilnya mungkin ya karena ada kesempatan kali ya, siapa yang gak mau?” katanya.
Meski demikian, Vilmei memilih tidak mengambil keputusan sendiri terkait perkara tersebut. Ia mengatakan proses hukum menjadi jalur yang harus dijalankan setelah kasus itu dilaporkan kepada kepolisian.
“Kalo sekarang fokus aku ya kita menjalankan tugas sebagai warga negara dengan baik ya jadi kita menjalankan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku aja. Kalo dibilang tega gak tega sebenarnya gak tega. Kalo misalkan keputusannya di tangan aku udah pasti aku udah deh kasian, cuman kan sekarang keputusannya udah gak di tangan aku lagi sekarang udang kita serahkan ke kepolisian,” tutur Vilmei.
Dalam penyidikan, polisi sebelumnya menetapkan tiga tersangka dan menahan mereka. Penyidik juga masih menelusuri aliran dana serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut.
Di tengah persoalan hukum tersebut, Vilmei kini membuka rencana yang berbeda dari aktivitasnya selama ini. Ia ingin meninggalkan pekerjaan sebagai content creator, pindah ke kos atau kontrakan, kemudian mencoba memperoleh penghasilan melalui pekerjaan yang dimulai dari tingkat paling dasar.
Target yang ia tetapkan juga cukup spesifik, yakni mengumpulkan Rp100 juta pertamanya. Untuk mencapai target itu, Vilmei meminta rekomendasi pekerjaan sekaligus informasi lowongan kepada pengikutnya.
Rencana tersebut menjadi babak baru yang sedang dipersiapkan Vilmei setelah selama ini dikenal sebagai content creator. Sementara proses hukum terkait dugaan penggelapan saldo TikTok tetap berjalan, ia kini membuka peluang untuk mencoba pekerjaan lain dan belajar menjalani kehidupan yang lebih mandiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jalur pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani masih ditutup sementara setelah kebakaran berdampak pada 1.098,75 hektare kawasan.
Dugaan politik uang Pilur Panggungharjo belum dapat disimpulkan. Bawaslu Bantul meminta penanganan mengacu regulasi Pilur.
LPS mempertahankan bunga penjaminan hingga Januari 2027. Simpanan rupiah bank umum tetap 3,75%, BPR 6,25%, dan valas 2%.