Teaser Empat Musim Pertiwi Ungkap Misteri Kepulangan Pertiwi

Jumali
Jumali Jum'at, 21 Agustus 2026 11:57 WIB
Teaser Empat Musim Pertiwi Ungkap Misteri Kepulangan Pertiwi

Instagram: filmempatmusimpertiwi

Harianjogja.com, JOGJA— Kepulangan Pertiwi ke kampung halaman setelah 20 tahun justru membuka pertanyaan baru dalam film Empat Musim Pertiwi. Tokoh yang diperankan Putri Marino itu tidak mendapat sambutan hangat ketika kembali, bahkan kedua orang tuanya terlihat enggan menerima kehadirannya. Gambaran tersebut menjadi salah satu bagian utama dalam official teaser trailer yang dirilis rumah produksi Forka Films pada 19 Agustus 2026.

Alih-alih memperlihatkan kepulangan sebagai sebuah pertemuan keluarga, teaser Empat Musim Pertiwi menghadirkan suasana penuh kecurigaan. Gerak-gerik Pertiwi diperhatikan oleh orang-orang di sekitarnya, sementara amarah, kekecewaan, dan kepahitan yang tersimpan selama ini ikut membayangi kedatangannya.

Situasi itu membuat rumah yang semestinya menjadi tempat kembali justru terasa asing bagi Pertiwi. Dalam cuplikan yang diperlihatkan, ia seolah menghadapi kemungkinan untuk kembali ditolak dari lingkungan tempat ia dilahirkan.

Kepulangan Pertiwi Menjadi Pusat Cerita

Film Empat Musim Pertiwi membawa penonton mengikuti keputusan sulit seorang perempuan yang memilih kembali ke kampung halaman setelah dua dekade berkelana. Pertiwi mengetahui bahwa kepulangannya tidak diinginkan oleh orang-orang di sekitarnya, termasuk keluarganya sendiri.

Perjalanan itu tidak hanya berkaitan dengan tempat yang ditinggalkan selama 20 tahun. Pertiwi juga harus berhadapan dengan fase-fase kelam dalam kehidupannya, termasuk masa yang ia lewati di balik jeruji besi, sebelum perlahan menemukan kembali harapan yang sempat redup.

Kondisi tersebut menjadi dasar ketegangan yang dibangun dalam teaser. Penonton belum diberikan seluruh jawaban mengenai apa yang terjadi pada Pertiwi, tetapi potongan adegan yang diperlihatkan menunjukkan bahwa kepulangannya membawa persoalan yang belum selesai.

Di balik Empat Musim Pertiwi, Kamila Andini kembali bekerja sama dengan produser Ifa Isfansyah setelah sebelumnya terlibat dalam serial Gadis Kretek. Kolaborasi tersebut juga mempertemukan kembali sejumlah kru yang pernah bekerja dalam produksi serial itu.

Tim tersebut terdiri atas Batara Goempar sebagai sinematografer, Dita Gambiro sebagai desainer produksi, Hagai Pakan sebagai penata busana, Astrid Sambudiono sebagai penata rias, Sutrisno sebagai perekam suara, serta Ahmad Fesdi Anggoro sebagai editor.

Kehadiran tim kreatif yang sama membuat proyek ini memiliki kesinambungan dari sisi kolaborasi produksi, meskipun cerita Empat Musim Pertiwi membawa persoalan dan karakter yang berbeda. Film ini menempatkan Pertiwi sebagai tokoh utama yang harus menghadapi kembali masa lalu setelah meninggalkan kampung halamannya selama 20 tahun.

Sebelum official teaser trailer diperkenalkan, Forka Films juga telah memublikasikan official teaser poster. Materi promosi itu menampilkan karakter Pertiwi dalam jarak dekat dengan fokus tunggal, sehingga perhatian diarahkan kepada kondisi batin tokoh utama.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari cara film memperkenalkan perjalanan Pertiwi kepada calon penonton. Alih-alih mengungkap seluruh cerita sejak awal, materi promosi yang dirilis lebih dulu menempatkan karakter dan pergolakan hidupnya sebagai daya tarik utama.

Bromo Sudah Menjadi Bagian dari Ide Film Sejak 2017

Selain karakter Pertiwi, Bromo menjadi bagian penting dalam pengembangan Empat Musim Pertiwi. Lokasi itu dipilih sebagai latar utama tempat tinggal Pertiwi dan, menurut Ifa Isfansyah, keberadaannya bukan keputusan yang baru muncul ketika proses produksi berlangsung.

Gagasan mengenai Bromo bahkan telah muncul sejak awal pengembangan cerita pada 2017. Artinya, lanskap Bromo sudah menjadi bagian dari konsep film jauh sebelum Kamila Andini dan Ifa Isfansyah kembali dikenal melalui Gadis Kretek.

Film ini sendiri tercatat sebagai proyek yang menggabungkan perjalanan personal Pertiwi dengan lingkungan tempat ia kembali. Karena itu, kepulangan ke kampung halaman tidak hanya menjadi perpindahan lokasi, tetapi menjadi titik ketika karakter harus berhadapan dengan bagian hidup yang sebelumnya ditinggalkan.

Putri Marino hingga Christine Hakim Jadi Pemeran

Dari sisi pemeran, Empat Musim Pertiwi menghadirkan sejumlah nama yang sudah dikenal penonton Indonesia. Putri Marino menjadi pemeran Pertiwi, sedangkan jajaran pemain lainnya mencakup Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Malasan.

Kehadiran para pemain tersebut melengkapi cerita yang berpusat pada kepulangan Pertiwi. Karakter utama harus menghadapi lingkungan yang tidak serta-merta menerima dirinya setelah perjalanan panjang meninggalkan kampung halaman.

Bagi penonton yang mengikuti karya Kamila Andini maupun Putri Marino, film ini menawarkan cerita baru melalui karakter perempuan dengan latar kehidupan yang penuh persoalan. Teaser yang sudah dirilis memperlihatkan bahwa misteri mengenai masa lalu Pertiwi menjadi bagian penting yang belum sepenuhnya dibuka.

Forka Films menjadwalkan Empat Musim Pertiwi tayang di seluruh jaringan bioskop pada 8 Oktober 2026. Dengan demikian, penonton masih memiliki waktu untuk mengenali karakter Pertiwi dan melihat materi promosi film sebelum menyaksikan kisahnya secara utuh di layar lebar.

Kepulangan Pertiwi menjadi titik awal perjalanan yang mempertemukannya kembali dengan keluarga dan lingkungan yang pernah ditinggalkan. Di tengah penolakan dan bayang-bayang masa lalu, Empat Musim Pertiwi membawa karakter tersebut menjalani fase kehidupannya hingga perlahan mencari kembali harapan yang sempat redup.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online