Iqbaal Ramadhan Dalami Peran Copet di Operasi Pesta Copet

Newswire
Newswire Rabu, 26 Agustus 2026 04:57 WIB
Iqbaal Ramadhan Dalami Peran Copet di Operasi Pesta Copet

Film Operasi Pesta Copet tayang 27 Agustus 2026, mengangkat kisah Ijal, korban PHK yang terjerat utang dan menjadi pencopet.

Harianjogja.com, JOGJA—Film layar lebar Operasi Pesta Copet mulai tayang pada 27 Agustus 2026 dengan membawa cerita pencopetan yang tidak berhenti pada komedi. Film produksi rumah produksi Imaginary tersebut juga mengangkat persoalan sosial melalui karakter Ijal yang diperankan Iqbaal Ramadhan.

Iqbaal tidak hanya tampil sebagai pemeran utama, tetapi juga menjadi produser film. Dalam cerita, Ijal digambarkan sebagai korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang berada dalam tekanan ekonomi setelah sang ibu memiliki utang sebesar Rp15 juta.

Kondisi tersebut membuat Ijal mengambil jalan pintas dengan menjadi pencopet. Karakter itu kemudian menjadi pintu masuk bagi film untuk menghadirkan persoalan ekonomi dan sosial di balik aksi pencopetan.

Iqbaal Jalani Pelatihan Pickpocket

Untuk membuat adegan pencopetan terlihat meyakinkan, Iqbaal bersama jajaran pemeran menjalani pelatihan intensif dengan pesulap profesional yang memiliki keahlian khusus sebagai pickpocket.

Pelatihan tersebut mencakup keterampilan teknis jari serta trik memecah konsentrasi atau distraksi. Kemampuan itu bahkan sempat menjadi tantangan tersendiri selama proses produksi karena gerakan para pemeran menjadi terlalu cepat bagi kamera.

Sutradara menginginkan adegan pencopetan benar-benar dilakukan oleh karakter di dalam film. Dengan demikian, aksi tersebut tidak hanya mengandalkan manipulasi kamera maupun proses penyuntingan.

"Kemampuan kami dalam melakukan aksi pencopetan justru membuat tim produksi harus meminta kami memperlambat gerakan. Karena kecepatan gerakan tangan yang terlalu tinggi membuat kamera kesulitan menangkap detail aksi tersebut," papar Iqbaal, Selasa (25/8/2026).

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses Iqbaal dan pemeran lain dalam membangun adegan pencopetan agar tampil secara presisi di layar.

Edy Khemod Soroti Faktor Ekonomi

Pendekatan realistis yang dibangun Iqbaal sejalan dengan visi Edy Khemod sebagai sutradara sekaligus penulis naskah Operasi Pesta Copet. Pentolan band Seringai itu melihat fenomena pencopetan di tengah keramaian acara besar, termasuk festival musik Pestapora, sebagai gambaran persoalan yang lebih luas.

Motif ekonomi menjadi salah satu faktor yang perlu dilihat ketika membicarakan fenomena pencopetan. Karena itu, saya ingin membawa penonton melihat persoalan tersebut dari perspektif yang lebih luas, bukan semata-mata memberikan penilaian moral terhadap pelaku.

"Persoalan pencopetan tidak selalu dapat dilihat sebagai masalah antarindividu. Ada persoalan yang lebih besar terkait kondisi sosial, kesempatan kerja, lingkungan, dan sistem yang dapat memengaruhi pilihan seseorang," kata Edy.

Pandangan tersebut membuat Operasi Pesta Copet tidak hanya menempatkan pencopetan sebagai materi komedi. Film ini juga mengajak penonton melihat keterkaitan antara pilihan seseorang dengan kondisi sosial, kesempatan kerja, lingkungan, dan sistem yang berada di sekitarnya.

Melalui perpaduan peran Iqbaal Ramadhan di depan kamera dan arahan Edy Khemod di balik layar, Operasi Pesta Copet hadir sebagai film komedi tentang pencopetan yang sekaligus membuka ruang diskusi mengenai persoalan sosial.

Film layar lebar garapan rumah produksi Imaginary tersebut dijadwalkan menyapa pencinta film tanah air mulai 27 Agustus 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online