Temuan Ulat hingga Dugaan Keracunan, SPPG Gagaksipat Boyolali 5 Diadukan
PAUD/KB Kids Fun Education Boyolali mengadukan SPPG Gagaksipat 5 terkait dugaan keracunan MBG, temuan ulat, dan hasil pemeriksaan laboratorium.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Serat seringkali dijadikan pilihan makanan karena membuat seseorang kenyang lebih lama. Cara ini efektif membantu menurunkan atau menjaga berat badan.
Serat merupakan jenis karbohidrat kompleks yang tidak dapat dicerna oleh tubuh. Tidak seperti kebanyakan karbohidrat lain yang diolah menjadi molekul gula atau glukosa, serat tak dapat dipecah menjadi molekul gula dan hanya melewati tubuh tanpa dicerna.
Oleh karenanya seseorang merasa kenyang lebih lama sekaligus kadar gula darah tetap terkendali. Manfaat lain akan didapat secara maksimal jika kebutuhan serat per hari yakni 25-35 gram terpenuhi.
Sumber serat yang mudah ditemukan ialah sayuran dan buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, oatmeal, dan sereal. Serat terbagi atas dua yakni serat larut dalam air serta dapat dimetabolisme oleh bakteri "baik" di usus dan serat tidak larut dalam air, keduanya sebagian besar telah terkandung dalam makanan.
Jika kebutuhan serat sudah terpenuhi, berikut sejumlah manfaat yang didapatkan oleh tubuh:
Baca juga: Profil Lengkap Puteri Indonesia 2023 Farhana Riswari, Punya Gelar Dokter
Salah satu dampak seseorang yang kurang serat akan mengalami sembelit atau konstipasi. Hal ini karena serat dapat memperlancar proses pencernaan yang dipercaya dengan menyerap air bahkan memperbanyak serta mempercepat pergerakan tinja melalui usus. Dengan kata lain serat turut menentukan tekstur dan ukuran tinja yang keluar saat buang air besar.
Peneliti menyebut seseorang yang mengonsumsi banyak serat memiliki tubuh yang lebih ramping. Seperti yang dilaporkan Eating Well, sebuah studi pada tahun 2017 di The Journal of Nutrition and Metabolism membandingkan dua kelompok yakni satu kelompok berbobot normal dan kelompok lainnya diklasifikasikan sebagai obesitas.
Hasilnya ditemukan bahwa mereka yang memiliki berat badan normal makan lebih banyak serat daripada mereka yang termasuk dalam kategori obesitas.
Penelitian pada tahun 2019 diterbitkan The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa membatasi kalori dan meningkatkan asupan serat saat diet dapat menurunkan berat badan secara signifikan. Sebab makanan tinggi serat membuat kenyang lebih cepat dan bertahan lebih lama.
Namun tergantung pada jenis seratnya. Hasil ini bisa didapat jika mengonsumsi serat larut tertentu seperti oatmeal, biji chia, kacang-kacangan, buncis, lentil, apel, dan blueberry.
Racun akan dibuang dan digosok secara alami dengan serat saat melewati saluran pencernaan. Dimana serat larut menyerap senyawa yang berpotensi berbahaya, seperti kelebihan estrogen atau lemak tidak sehat, sebelum diserap oleh tubuh.
Bahkan serat tidak larut juga berperan penting dalam menggasak bahan kimia seperti BPA, merkuri, dan pestisida bertahan di tubuh, karena membuat membuat segala sesuatu bergerak lebih cepat sehingga kian cepat kandungan berbahaya lewat di tubuh, semakin kecil pula kemungkinan mereka menyebabkan kerusakan.
Hasil tinjauan dari Journal of Translational Medicine pada tahun 2022 memaparkan individu yang memenuhi serat secara maksimal baik serat yang larut dan tidak larut, memiliki kemungkinan kematian yang lebih rendah.
Sebab serat dapat mengurangi dan melindungi tubuh dari risiko penyakit jantung dan kanker. Dimana kedua penyakit ini termasuk penyebab utama kematian di dunia maupun Indonesia, bahkan pada tahun 2021 WHO mencatat ada 17,8 juta kematian akibat penyakit jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAUD/KB Kids Fun Education Boyolali mengadukan SPPG Gagaksipat 5 terkait dugaan keracunan MBG, temuan ulat, dan hasil pemeriksaan laboratorium.
Mentan Amran mengungkap 13 tersangka dalam delapan kasus pelanggaran beras yang melibatkan 15 merek. Pelaku terancam pidana hingga tujuh tahun.
Polresta Jogja menetapkan pria berinisial W sebagai tersangka dan menahannya setelah kedapatan membawa senjata tajam saat aksi 28 Oktober di Malioboro.
Produksi ikan budidaya Kota Jogja rata-rata 48,59 ton per tahun. Pemkot mendorong pengembangan pokdakan untuk memenuhi kebutuhan warga.
Investasi Gunungkidul mencapai Rp797,64 miliar hingga September 2026 atau 92,9% dari target, dengan sektor industri sebagai penyumbang terbesar.
Cesc Fabregas meminta Como melupakan kemenangan 9-1 atas Lens dan fokus menghadapi Inter Milan dalam lanjutan Serie A 2026/2027.