Kuota LPG 3 Kg Turun Jadi 8 Juta Ton, Ini Energi Penggantinya
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tidur atau kondisi dimana tubuh dalam posisi rebah dan mata tertutup namun nyatanya tidur tidak sesederhana itu. Setiap harinya kita menjalani siklus tidur yang terdiri dari beberapa tahapan.
BACA JUGA: Tips Agar Tidur Lebih Nyenyak
Mengutip dari Psychology Today satu siklus tidur sekitar 90 menit dan biasanya selama tidur terjadi empat hingga enam siklus per malam.
Ada sejumlah perbedaan versi tahap tidur tetapi yang umum ditemui terdiri atas lima tahap yakni drifting off, light sleep, dream sleep, dan deep sleep. Empat tahap tersebut kemudian dikenal sebagai non-REM (Rapid Eye Movement) stages, sebab REM sleep terjadi pada tahap lima.
Setiap orang memiliki siklus tidur yang berbeda namun mayoritas orang dewasa hanya mampu memasuki tahap tidur deep sleep sekitar 13 hingga 20 persen, kira-kira jika tidur selama delapan jam sehari berarti fase deep sleep terjadi sekitar 62 sampai 110 menit. Sejumlah siklus membuat seseorang memiliki deep sleep lebih lama beberapi lagi REM sleep.
Lantas apa sebenarnya yang membedakan antara tahap tidur Deep Sleep dengan REM Sleep? simak rangkuman dari berbagai sumber berikut untuk mengetahui ciri dan manfaat dari dua tahap tidur ini.
Deep Sleep
Deep sleep disebut pula sebagai “slow waves sleep” (SWS) atau tidur delta, yakni tahapan ketika seseorang benar-benar tertidur. Tahapan ini ditandai dengan:
- Detak jantung dan pernapasan menjadi lebih lambat seraya otot mulai rileks
- Gelombang otak menjadi yang lebih lambat saat tidur
- Deep sleep bersumber dari lobus frontal pada tahap ini otak berada di tahap yang paling terkoordinasi, menilai dari gelombang otak yang sinkron satu sama lain.
- Sulit untuk dibangunkan bahkan dengan suara keras.
Selama tahapan ini berlangsung sejumlah manfaat seperti "Resonansi saraf" yang terjadi dapat membantu sistem limfatik membersihkan otak sehingga dapat mengurangi potensi penyakit Alzheimer.
Tahap ini dikenal pula sebagai tahap penyembuh karena terjadi pertumbuhan dan perbaikan jaringan serta tulang, pemulihan energi, meregenerasi sel serta memperkuat imun tubuh, meningkatkan suplai darah ke otot, dan sejumlah manfaat lainnya. Seiring bertambah usia dan perubahan hormon waktu tidur ini pun akan berkurang seiring.
REM Sleep
Selama tidur REM, mata akan bergerak dengan cepat ke berbagai arah tentunya dengan kondisi mata tertutup namun otak tidak akan menerima informasi visual apapun dari mata. Tahan ini ditandai dengan:
- Mengalami mimpi saat aktivitas otak meningkat ke kondisi terjaga
- Detak jantung meningkat mendekati kondisi terjaga
- Pernapasan menjadi lebih cepat dan bahkan tidak teratur
- Anggota tubuh mungkin menjadi lumpuh sementara sebab otot tubuh masih dalam kondisi rileks.
- Tak jarang membuatmu beberapa kali terbangun lalu kembali tidur dengan cepat namun tenang saja hal tersebut normal dan kamu tidak mengurangi manfaat dari tidur.
Meski terkesan seperti tidur yang kurang nyenyak ternyata REM sleep memiliki manfaat yang baik untuk belajar sebab tahapan ini memperkuat ingatan pada malam usai kamu mempelajari hal baru. Menariknya REM berfokus pada ingatan sosial-emosional dan bahkan mampu menyelamatkan ingatan yang terlupakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Selasa (6/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Lebih dari 2.000 pelajar dari 40 sekolah mengikuti Karnaval Pelajar Mantrijeron untuk memeriahkan HUT ke-270 Kota Jogja.
Sebanyak 1.190 dari 1.351 aduan warga Sleman sepanjang Januari-Agustus 2026 telah ditindaklanjuti Pemkab Sleman.
Cek harga BBM 6 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, Vivo, dan BP-AKR. Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp15.950 per liter.
Pemkab Sleman mencatat 1.351 aduan masyarakat sepanjang Januari-Agustus 2026, dengan 88,1% laporan telah ditindaklanjuti.