Dana Transfer ke Daerah Anjlok, Saatnya BPD Unjuk Peran
Peran strategis BPD terus didorong untuk menopang perekonomian daerah, terlebih dengan meningkatnya tekanan fiskal dan serta menurunnya dana transfer ke daerah.
Ilustrasi kesehatan mata anak./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan begadang berdampak buruk bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan, tak terkecuali mata.
Mata merupakan organ kompleks yang membutuhkan perawatan agar berfungsi secara optimal. Salah satu perawatan yang sangat penting untuk membantu mata bekerja secara optimal adalah dengan tidur yang cukup.
Dilansir dari thenewyorkeyedoctor.com, Selasa (3/12/2024), mata memerlukan tidur untuk dapat memulihkan diri dan meregenerasi berbagai fungsi. Hal ini krusial karena mata terlibat dalam aktivitas konstan sepanjang hari, di mana saat beraktivitas di luar, mata terpapar berbagai faktor lingkungan, seperti debu, polusi, dan cahaya.
BACA JUGA: Posisi Duduk Depan Komputer Pengaruhi Kesehatan Mata
Selama tertidur, aliran darah ke mata meningkat untuk mengalirkan nutrisi penting dan membuang racun berbahaya. Proses inilah yang membantu pemulihan dan perbaikan sel-sel mata.
Kurang tidur dapat memengaruhi mata dan otak yang merupakan komponen terpenting untuk melihat. Dalam jangka pendek, kurang tidur dapat menyebabkan fungsi mata menurun, misalnya, seperti mata kering, mata gatal, penglihatan kabur, kelopak mata berkedut, menimbulkan kantung mata, dan lingkaran hitam di bawah mata.
Penelitian menyebutkan bahwa sekitar 34% orang di seluruh dunia menderita masalah myopia dan jumlahnya terus bertambah. Masalah myopia sebagian besar terjadi saat masa kanak-kanak dan remaja.
Salah satu faktornya adalah kurang tidur. Kurang tidur dapat sangat membahayakan penglihatan anak-anak muda. Studi mengatakan bahwa remaja di bawah usia 12-19 tahun yang kurang tidur dari 5 jam setiap malamnya memiliki kemungkinan 41% lebih besar untuk mengalami myopia.
Bila tidak diatasi, masalah ini akan berkembang menjadi penyakit mata yang lebih serius, seperti ablasi retina dan degenerasi makula.
Glaukoma merupakan suatu kondisi ketika tekanan cairan di dalam mata terlalu tinggi. Tekanan ini merusak saraf optik dan menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Peneliti mengungkap bahwa orang yang tidur kurang dari 3 jam atau lebih dari 10 jam, tiga kali lebih mungkin mengalami kerusakan saraf optik dibandingkan orang-orang yang tidur sekitar 7 jam setiap malamnya.
Untuk mengatasi masalah ini, mulailah dengan mengatur kebiasaan tidur yang baik. Usahakanlah untuk mengurangi sinar biru dari gadget pada malam hari agar bisa tidur lebih cepat.
Usahakan juga untuk sebisa mungkin tidak begadang pada malam hari dengan bermain ponsel, dan lain-lain karena akan menciptakan mata lelah. Selain itu, milikilah pola hidup yang sehat untuk membantu tidur lebih baik dan menciptakan keadaan mata yang lebih sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Komdigi menerbitkan SE No. 4/2026 yang melindungi sisa kuota internet pelanggan dan melarang operator mengenakan biaya tambahan.
GAC Indonesia menawarkan harga khusus mobil listrik AION dan HYPTEC selama GIIAS Bandung 2026 hingga 13 September.
Pemkot Jogja digitalisasi pencatatan kunjungan tamu melalui SILAT, dari registrasi hingga verifikasi dokumen dan penyimpanan data.
Rupiah diprediksi menguat ke Rp17.480 per dolar AS hari ini. Rupiah sebelumnya ditutup naik 121 poin ke level Rp17.511.
Operasi caesar dapat memengaruhi keseimbangan mikrobiota usus bayi. Pemberian ASI menjadi salah satu cara menjaga kesehatan pencernaan anak.