Advertisement

Kelopak Mata Bengkak, Bisa Jadi Pertanda 5 Penyakit Ini

Tri Indah Lestari (ST22)
Sabtu, 04 Maret 2023 - 19:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Kelopak Mata Bengkak, Bisa Jadi Pertanda 5 Penyakit Ini Ilustrasi kelopak mata bengkak akibat blefaritis. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kondisi kelopak mata bengkak atau dalam istilah medis disebut periorbital tentunya sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi jika disertai rasa gatal yang ingin digaruk terus-menerus. Meskipun demikian ada beberapa kondisi mata bengkak tidak disertai rasa sakit atau gejala lain.

Kondisi periorbital biasanya akan hilang dalam dua hari atau dapat ditangani dengan cara mengompres mata menggunakan air dingin atau kantong teh, bisa juga dengan memakai larutan saline yang dapat membantu menghilangkan kerak dan kotoran.

Advertisement

Penyebab mata bengkak pun beragam di antaranya karena kekurangan tidur, alergi, gigitan serangga, retensi cairan, mata merah (konjungtivitis), cedera mata, hingga kelenjar yang tersumbat.

Jika kelopak mata bengkak dalam waktu yang lama bisa jadi tanda atau gejala dari masalah mata yang lebih besar. Berikut ialah penyakit yang memiliki gejala kelopak mata bengkak:

1. Hordeolum

Lebih dikenal dengan sebutan bintitan, sebuah kondisi tepi kelopak mata mengalami peradangan akibat penyumbatan antara kelenjar air mata atau kelenjar minyak. Bintitan terlihat seperti jerawat atau bisul tak jarang tampak ada nanah di dalamnya.

Baca juga: Benarkah Leher Tengeng alias Leher Kaku karena Salah Bantal?

Hordeolum umumnya disebabkan infeksi bakteri Staphylococcus, penanganannya sederhana cukup dengan mengompres air hangat pada mata yang bintitan untuk mengurangi rasa sakit serta mengeluarkan nanah. Biasanya kondisi ini akan sembuh sendiri dalam waktu satu hingga dua minggu.

2. Kalazion

Kelopak mata atas dan bawah memiliki kelenjar meibom, kelenjar ini membuat minyak dan air mata bercampur sehingga melembabkan dan melindungi mata. Ketika minyak terlalu kental atau tersumbat akibat peradangan, tanda bahwa seseorang mengalami kalazion. Kalazion berupa benjolan merah yang mulanya terasa sakit namun berangsur-angsur berkurang. Sering kali timbul di kelopak mata atas namun terkadang ada di kelopak mata bawah.

Biasanya, kalazia (jamak dari kalazion) berkembang pada orang dewasa antara usia 30 dan 50 tahun. Mereka tidak umum pada anak-anak, tetapi bisa terjadi. Penanganannya sama seperti menangani mata bintitan, namun jika kembali terjadi mintalah bantuan dokter spesialis mata sehingga kalazion tak lagi mengusikmu.

3. Blefaritis

Blefaritis merupakan peradangan akibat penyumbatan kelenjar minyak di kelopak mata, umumnya disebabkan mata kering atau memiliki jumlah bakteri yang banyak pada kelopak mata. Kondisi ini mengakibatkan mata menjadi bengkak, kering, kemerahan atau berair, penglihatan kabur, hingga kerak mirip serpihan ketombe di bulu mata.

Pengobatan blefaritis dilakukan dengan memberikan air mata buatan, pada kondisi yang lebih parah dokter akan memberikan antibiotik, obat anti virus atau obat kortikosteroid dalam bentuk obat tetes mata atau salep mata.

4. Penyakit Graves

Penyakit Graves adalah saat kelenjar tiroid memproduksi hormon secara berlebihan akibat gangguan autoimun pada tubuh. Salah satu gejala yang terjadi ialah menyerang bagian mata, sehingga kelopak mata pun mengalami peradangan dan membengkak.

Umumnya penyakit ini menyerang wanita atau seseorang dibawah usia 40 tahun, kondisi lain yang membuat seorang lebih rentan terhadap penyakit ini ialah riwayat penyakit serupa di keluarga, sering terpapar asap rokok, memiliki penyakit autoimun lain, ibu hamil atau baru saja melahirkan, dan dalam kondisi stres psikis atau kelelahan

5. Herpes mata (okular)

Infeksi virus herpes yang dapat menyebabkan peradangan dan jaringan parut pada kornea. Ciri khas herpes mata ialah terdapat bintil berair dan bergerombol kemerahan. Ada pula gejala lain seperti sensitif pada cahaya, sakit kepala dan lesu, terasa ada sesuatu yang menempel di mata, dan penglihatan kabur.

Tak jarang herpes mata terlihat seperti mengalami mata merah atau konjungtivitis. Herpes mata dapat diobati dengan mengonsumsi antibiotik dan obat antivirus yang bisa meredakan gejala penyakit herpes mata. Namun, obat ini tidak akan menghilangkan virus herpes dari tubuh penderita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

MA Batalkan Aturan Minimal Usia Kepala Daerah 30 Tahun, Kaesang Mungkin Maju Pilgub

News
| Kamis, 30 Mei 2024, 15:27 WIB

Advertisement

alt

Bunga Bangkai Kebun Raya Cibodas Mekar Setinggi 3,4 Meter

Wisata
| Minggu, 26 Mei 2024, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement