Jadi Pahlawan Timnas Indonesia, Emil Audero Tuai Apresiasi Rayo
Emil Audero mendapat apresiasi pelatih Rayo Vallecano setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lewat adu penalti.
Buah apel. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Hasil investigasi di 13 negara Eropa mengungkap 85% apel yang dibudidayakan secara konvensional terkontaminasi campuran pestisida atau “koktail” bahan kimia. Temuan ini memicu kekhawatiran soal keamanan pangan dan perlindungan konsumen.
Laporan yang dirilis Februari 2026 oleh Pesticide Action Network Europe (PAN Europe) menyebut rata-rata setiap sampel apel mengandung tiga jenis pestisida berbeda. Bahkan, sejumlah sampel terdeteksi memiliki hingga tujuh zat kimia sekaligus.
Tingkat kontaminasi tertinggi tercatat di Jerman, Polandia, dan Belanda yang mencapai 100%. Sementara Spanyol, Prancis, dan Italia mencatat sekitar 80%. Selain itu, 93% sampel dinilai melanggar standar residu untuk kategori makanan bayi di Uni Eropa.
Zat yang Terdeteksi dan Potensi Dampaknya
Analisis laboratorium menemukan sejumlah bahan kimia persisten dan berisiko bagi kesehatan, di antaranya:
PFAS, terdeteksi pada 64% sampel. Zat ini dikenal sebagai “bahan kimia abadi” karena sulit terurai dan dapat terakumulasi dalam tubuh.
Pestisida neurotoksik, ditemukan pada 36% sampel, berpotensi memengaruhi sistem saraf.
Fungisida Captan, terdeteksi pada 61% sampel dan diklasifikasikan sebagai kemungkinan karsinogen.
Acetamiprid, insektisida yang disebut dapat berdampak pada sistem saraf dan perkembangan janin.
Menurut PAN Europe, paparan jangka panjang residu pestisida campuran berpotensi menimbulkan efek kesehatan, khususnya pada kelompok rentan seperti bayi, balita, dan ibu hamil.
Sorotan terhadap Regulasi Uni Eropa
PAN Europe juga menyoroti kinerja European Food Safety Authority (EFSA). Lembaga tersebut dinilai belum optimal menerapkan metode penilaian risiko terhadap efek gabungan berbagai pestisida, meski mandat tersebut telah diberikan sekitar dua dekade lalu.
“Salah satu hasil paling mencolok adalah 85% apel yang diuji mengandung residu berbagai pestisida. Otoritas telah ditugaskan 20 tahun lalu untuk mengembangkan metode guna mengatur efek koktail pestisida, tetapi kewajiban ini belum sepenuhnya terpenuhi,” ujar Gergely Simon dari PAN Europe dalam laporan tersebut.
Risiko pada Produk Olahan Anak
Dalam laporan itu disebutkan, apabila apel-apel tersebut diolah menjadi makanan bayi, sekitar 93% sampel akan melampaui ambang batas residu 0,01 mg/kg yang berlaku untuk pangan anak di Uni Eropa.
Paparan kronis residu pestisida dalam kadar tertentu disebut dapat berdampak pada sistem imun dan perkembangan anak. Namun, standar keamanan pangan resmi Uni Eropa tetap menetapkan batas maksimum residu (MRL) berdasarkan evaluasi risiko ilmiah.
Sebagai langkah pencegahan, sejumlah pakar menyarankan konsumen mencuci bersih buah, mengupas kulit apel konvensional sebelum dikonsumsi, atau memilih produk organik bersertifikat.
Sementara itu, wacana deregulasi melalui proposal kebijakan baru Uni Eropa pada akhir 2025 memicu kritik dari kalangan pegiat lingkungan. Mereka mendesak pengetatan pengawasan residu pestisida demi perlindungan kesehatan publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Emil Audero mendapat apresiasi pelatih Rayo Vallecano setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lewat adu penalti.
Mendag Budi Santoso menyebut cuaca dan penurunan produksi memengaruhi harga cabai. Harga rata-rata cabai rawit nasional mencapai Rp70.000 per kg.
BPPTKG mencatat 40 kali guguran lava Gunung Merapi pada 2-8 Oktober 2026. Jarak luncur terjauh mencapai 2.500 meter ke arah Kali Sat/Putih.
Soto ayam menjadi menu favorit pembalap dan ofisial GP Indonesia 2026 di Mandalika. Lapak SSB milik Hesti bahkan menjual lebih dari 200 porsi sehari.
Polri memutasi 199 personel melalui Telegram Kapolri 10 Oktober 2026. Sejumlah jabatan strategis, termasuk Kakorlantas dan tiga Kapolda, berganti.
Veda Ega Pratama finis keenam di Moto3 Mandalika 2026, meraih 10 poin, dan naik ke posisi ketujuh klasemen. Maximo Quiles memastikan gelar juara dunia.