Advertisement

Malas Jemur Handuk Setelah Mandi, 4 Bahaya Ini Siap Mengancam

Bernadheta Dian Saraswati
Kamis, 26 Januari 2023 - 05:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Malas Jemur Handuk Setelah Mandi, 4 Bahaya Ini Siap Mengancam Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Handuk menjadi perlengkapan yang penting saat mandi. Fungsinya untuk mengeringkan tubuh yang basah karena air.

Karena banyak menyerap air yang menempel pada tubuh kita, handuk perlu dijemur dan juga rutin dicuci agar tidak menjadi sarang penyakit.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Beberapa dari kita mungkin termasuk malas untuk mencuci handuk atau minimal mengeluarkannya dari kamar mandi untuk diangin-anginkan atau dijemur.

Jika kamu termasuk orang yang malas menjemur handuk, ketahuilah bahayanya di bawah ini dilansir dari berbagai sumber:

Baca juga: 3 Makanan Ini Paling Dicari Saat Piknik ke Kaliurang

1. Berjerawat

Saat kamu menggunakan handuk kotor, khususnya jika digosokkan pada kulit dengan pustula yakni kulit yang bergelembung dan berisi nanah yang terbuka, bakteri bisa masuk ke dalam tubuh. Hal ini bisa memicu munculnya jerawat, baik di wajah, punggung, atau bagian tubuh lainnya.

2. Infeksi

Infeksi jamur pada kulit juga bisa terjadi. Risiko ini bisa semakin tinggi apabila handuk kotor yang digunakan cenderung dalam keadaan basah atau lembap lantaran tidak dijemur dengan baik.

3. Resistensi Antibiotik

Ternyata, handuk yang kotor dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkannya adalah staphylococcus bacteria.

Bakteri tersebut adalah bakteri normal di kulit, yang dapat menyusup ke dalam tubuh melalui luka lecet akibat penggunaan handuk kotor. Jika hal tersebut terjadi, maka dapat menyebabkan infeksi hingga resistensi antiobiotik.

4. Iritasi kulit

Handuk yang jarang dijemur dan menjadi lembap berisiko menyebarkan virus, jamur, dan bakteri. Kondisi ini juga bisa menyebabkan iritasi kulit dan juga penyakit lainnya. Ini juga bisa memicu pasien dengan eksim dan dermatitis atopik kambuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bripda HS, Anggota Densus 88 Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 17:37 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement