Advertisement

Kelaparan Bisa Sebabkan Kematian? Ini Penjelasan Menurut Ahli

Arlina Laras
Selasa, 15 November 2022 - 07:17 WIB
Lajeng Padmaratri
Kelaparan Bisa Sebabkan Kematian? Ini Penjelasan Menurut Ahli Ilustrasi lapar. - Shutterstock

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Jika tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama, bisa memicu dampak yang berbahaya.

Penemuan satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat yang sudah meninggal dunia pada Kamis (10/11/2022) menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Melalui pihak kepolisian, ditemukan bahwa keempat jenazah tersebut tidak mengonsumsi makanan sejak lama. Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab tewasnya satu keluarga ini. Namun, salah satu dugaannya ialah kelaparan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Lantas, sebenarnya apa yang terjadi jika seorang individu tidak makan dan minum dalam waktu yang panjang?

Menurut Dokter Penyakit Dalam subspesialis Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi, Prof. Ari Fahrial Syam pasien dengan modalitas yang terbatas (banyak komorbid) apabila mengonsumsi makanan dan minuman selama seminggu, tentu ini akan mengancam jiwa.

Lebih jelasnya, apabila seseorang melakukan puasa mutlak, yakni tanpa makanan dan tanpa asupan cairan. Maka, seseorang yang mempunyai penyakit penyerta yang seharusnya meminum obat, tapi tidak dilakukan. Tentu, akan mengalami komplikasi yang parah dalam waktu singkat.

Kurangnya asupan makanan dan cairan, akan mengakibatkan kerusakan serius pada organ tubuh dan mental seseorang. Ketika seseorang tidak punya asupan apapun, artinya, terjadi defisit asupan energi, sehingga tubuh akan mengonsumsi cadangannya sendiri untuk menjaga glukosa darah, bahan bakar utamanya.

Adapun, mekanisme tubuh pertama-tama akan menggunakan cadangan lemak. Kemudian, tubuh akan mulai menggunakan otot dan jaringan organ untuk menghasilkan energi. Kekurangan garam dan vitamin juga berbahaya bagi tubuh.

Selain penurunan berat badan, terdapat beberapa gejala lain yang umumnya terjadi, antara lain:

1. Sensasi lapar di awal kemudian hilang nafsu makan

2. Apatis dan lekas marah

3. Sakit kepala, pusing, sulit bangun dan bergerak

4. Kecemasan, kesedihan, susah tidur, gangguan konsentrasi

5. Nyeri perut, tukak lambung, mual, konstipasi (terkadang diare)

6. Gangguan pada ginjal sampai  gagal ginjal karena akan terjadi dehidrasi berat 

7. Tekanan darah  turun dan pernafasan melemah. Semakin lama puasa berlangsung, semakin besar risiko komplikasi serius meningkat. Bahkan komplikasi yang terjadi berlangsung permanen

8. Gangguan neurologis/syaraf: kelumpuhan ekstremitas, kebutaan, koma

9. Kematian karena masalah neurologis, jantung, paru atau ginjal dan berbagai komplikasi lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gempa Besar Guncang Turki, 500 Warga Negara Indonesia Terkena Dampaknya

News
| Senin, 06 Februari 2023, 19:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement