Advertisement

IDAI: Obat Itu Jalan Terakhir, Terpenting Istirahat

Newswire
Jum'at, 11 November 2022 - 11:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
IDAI: Obat Itu Jalan Terakhir, Terpenting Istirahat Ilustrasi. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA- Para orang tua diajak untuk menjadikan obat sebagai metode penyembuhan pilihan terakhir saat anaknya bergejala sakit.

"Prinsipnya, obat itu jalan terakhir, yang penting istirahat. Demam itu situasi kondusif, tidak perlu buru-buru, bisa dengan kompres hangat atau rendam air hangat, tapi lihat kondisi umum anak juga," kata Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengajakPiprim di Jakarta, Jumat.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Ia mengatakan, bayi usia satu bulan yang mengalami demam menandakan ada sakit serius dan perlu dicari penyebabnya. Tapi jika di atas tiga bulan, badan hangat bisa pakai metode lain.

"Kalau anak demam tinggi bisa diberikan obat tablet yang dipecah, disesuaikan dengan berat badannya. Kalau demam tinggi bisa diberikan obat sesuai resep dokter," katanya.

Baca juga: Anak Pakai Skincare Boleh Sejak Usia Berapa?

Pernyataan itu disampaikan Piprim terkait dengan kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan obat sirop di tengah proses penyelidikan kasus gangguan ginjal akut di Indonesia.

Secara terpisah, Wakil Ketua PP Ikatan Apoteker Indonesia sekaligus Guru Besar Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Padjajaran Prof Keri Lestari memberikan alternatif obat aman yang bisa dikonsumsi selama pemberlakuan larangan obat sirop.

"Pilihannya sekarang cari aman ke puyer," katanya.

Jika anak tidak suka atau tidak terbiasa mengonsumsi puyer, karena rasanya pahit dan sering dimuntahkan, ia menyarankan orangtua membuat sirup dadakan dengan pemanis tambahan seperti madu.

"Di sendok, dikasih air, dikasih madu. Sehingga anak merasa minum madu," katanya.

Ia juga meminta orangtua agar dapat mempertimbangkan memilih dokter anak yang bijak menimbang risiko dan manfaat dalam pemberian obat.

Sebelumnya, Peneliti Keamanan dan Ketahanan Kesehatan Global Dicky Budiman mengatakan terdapat sejumlah pelajaran penting yang perlu diambil dari kasus gangguan ginjal akut.

Dari sisi kebijakan pemerintah, yang perlu diperhatikan antara lain akuntabilitas kerja, transparansi data, dan manajemen data.

"Pelajaran yang kita ambil dari kasus gangguan ginjal akut ini adalah pentingnya good government," ujarnya.

Hal lain yang menjadi pelajaran adalah kepemimpinan, manajemen risiko dan komunikasi risiko. "Tiga hal itu hampir berlaku di semua negara. Tanpa ada penguatan, sebagus apa pun regulasi, tidak akan diterapkan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemerintah Akan Tetapkan Vaksin Booster Berbayar Rp100.000

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 19:47 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement