Advertisement

Gagal Ginjal Akut Bisa Karena Pasca Infeksi Covid

Mia Chitra Dinisari
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 10:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Gagal Ginjal Akut Bisa Karena Pasca Infeksi Covid Anak Sakit - boldsky.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - BPOM mengatakan ada beragam penyebab anak terkena gagal ginjal akut, salat satunya yakni multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem pasca Covid-19. 

Hal tersebut disampaikan BPOM dalam klarifikasinya terkait hasil pengawasan terhadap obat mengandung etilen glikol dan dietilen glikol yang dirilis kemarin, Kamis 20 Oktober 2022.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dalam klarifikasinya itu, BPOM menyatakan dari beberapa faktor risiko kejadian gagal ginjal, salah satunya adalah multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem pasca COVID-19.

"Hasil uji cemaran EG tersebut belum dapat mendukung kesimpulan bahwa penggunaan sirup obat tersebut memiliki keterkaitan dengan kejadian gagal ginjal akut, karena selain penggunaan obat, masih ada beberapa faktor risiko penyebab kejadian gagal ginjal akut seperti infeksi virus, bakteri Leptospira, dan multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem pasca COVID-19," tulis BPOM.

Baca juga: Ini Nama Lima Obat Sirup yang Berbahaya untuk Ginjal Anak Menurut Keterangan Resmi BPOM

Dikutip dari laman RS Permata Bunda, fenomena khusus yang dikelompokkan dalam Sindroma Inflamasi Multi Sistem Anak (Multisystem Inflammatory Syndrome in Children atau MIS-C).

Menurut CDC (2020), sindrom peradangan multisistem pada anak-anak (MIS-C) adalah suatu kondisi di mana bagian tubuh yang berbeda dapat meradang, termasuk jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, atau organ pencernaan. 

Hubungan antara infeksi COVID-19 dengan Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) diyakini kuat berkaitan dengan adanya disregulasi reaksi imun. Faktor genetik dan faktor lingkungan dapat menginduksi reaksi imun yang akan memproduksi sitokin dalam jumlah besar di dalam tubuh, yang pada pembuluh darah akan menyebabkan gejala yang mirip dengan penyakit Kawasaki. Teori saat ini meyakini adanya ketidakseimbangan antara sel T-helper dan T regulator pada kasus MIS-C.

Gejala MIS-C Pada Anak

MIS-C sangat erat kaitannya dengan sistem imun anak, oleh karena itu, tanda dan gejala dari MIS-C dapat berbeda pada setiap anak Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Demam yang berlangsung 24 jam atau lebih
  2. Muntah
  3. Diare
  4. Sakit perut
  5. Ruam kulit
  6. Detak jantung cepat
  7. Nafas cepat
  8. Mata merah
  9. Kemerahan atau bengkak pada bibir, lidah, tangan, atau kaki
  10. Merasa sangat lelah
  11. Sakit kepala atau pusing
  12. Kelenjar getah bening membesar

Sementara itu, keluhan yang umum terjadi adalah demam. Meski demikian, sebaiknya ibu tidak menunda untuk memeriksakan kondisi sang buah hati jika terlihat gejala yang lebih serius, yaitu:

  1. Kesulitan bernapas
  2. Nyeri atau tekanan di dada yang tidak kunjung hilang
  3. Kebingungan baru
  4. Ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga
  5. Bibir atau wajah kebiruan
  6. Sakit perut yang parah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

OJK Cabut Izin Bank Bagong

News
| Jum'at, 03 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Pemugaran Candi Perwara Prambanan Bakal Tambah Daya Tarik Wisatawan

Wisata
| Jum'at, 03 Februari 2023, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement