Profil Stadion Megah Tuan Rumah Semifinal Prancis vs Spanyol
AT&T Stadium di Arlington, Texas, menjadi tuan rumah semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol. Simak profil dan sejarahnya.
Anak Sakit/boldsky.com
Harianjogja.com, JAKARTA - BPOM mengatakan ada beragam penyebab anak terkena gagal ginjal akut, salat satunya yakni multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem pasca Covid-19.
Hal tersebut disampaikan BPOM dalam klarifikasinya terkait hasil pengawasan terhadap obat mengandung etilen glikol dan dietilen glikol yang dirilis kemarin, Kamis 20 Oktober 2022.
Dalam klarifikasinya itu, BPOM menyatakan dari beberapa faktor risiko kejadian gagal ginjal, salah satunya adalah multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem pasca COVID-19.
"Hasil uji cemaran EG tersebut belum dapat mendukung kesimpulan bahwa penggunaan sirup obat tersebut memiliki keterkaitan dengan kejadian gagal ginjal akut, karena selain penggunaan obat, masih ada beberapa faktor risiko penyebab kejadian gagal ginjal akut seperti infeksi virus, bakteri Leptospira, dan multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem pasca COVID-19," tulis BPOM.
Baca juga: Ini Nama Lima Obat Sirup yang Berbahaya untuk Ginjal Anak Menurut Keterangan Resmi BPOM
Dikutip dari laman RS Permata Bunda, fenomena khusus yang dikelompokkan dalam Sindroma Inflamasi Multi Sistem Anak (Multisystem Inflammatory Syndrome in Children atau MIS-C).
Menurut CDC (2020), sindrom peradangan multisistem pada anak-anak (MIS-C) adalah suatu kondisi di mana bagian tubuh yang berbeda dapat meradang, termasuk jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, atau organ pencernaan.
Hubungan antara infeksi COVID-19 dengan Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) diyakini kuat berkaitan dengan adanya disregulasi reaksi imun. Faktor genetik dan faktor lingkungan dapat menginduksi reaksi imun yang akan memproduksi sitokin dalam jumlah besar di dalam tubuh, yang pada pembuluh darah akan menyebabkan gejala yang mirip dengan penyakit Kawasaki. Teori saat ini meyakini adanya ketidakseimbangan antara sel T-helper dan T regulator pada kasus MIS-C.
Gejala MIS-C Pada Anak
MIS-C sangat erat kaitannya dengan sistem imun anak, oleh karena itu, tanda dan gejala dari MIS-C dapat berbeda pada setiap anak Berikut ini beberapa di antaranya:
Sementara itu, keluhan yang umum terjadi adalah demam. Meski demikian, sebaiknya ibu tidak menunda untuk memeriksakan kondisi sang buah hati jika terlihat gejala yang lebih serius, yaitu:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
AT&T Stadium di Arlington, Texas, menjadi tuan rumah semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol. Simak profil dan sejarahnya.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.
Tradisi budaya Sebaran Apem Yaaqawiyyu dalam rangka Saparan Yaaqawiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, berlangsung meriah pada Jumat (31/7/2026)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Iran mengklaim menghancurkan tiga jet F-35 AS di Yordania dan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait.
Polisi masih menyelidiki penyebab meninggalnya taruna Akpol Semarang berinisial AMM yang ditemukan terluka di kompleks pendidikan Akpol.