Advertisement

Merawat Cucu Bantu Orang Lanjut Usia Pertahankan Fungsi Otak

Newswire
Jum'at, 30 Januari 2026 - 18:07 WIB
Maya Herawati
Merawat Cucu Bantu Orang Lanjut Usia Pertahankan Fungsi Otak Foto ilustrasi kakek/nenek. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Studi terbaru tentang kesehatan lansia menemukan kakek-nenek yang merawat cucu mengalami penurunan kognitif lebih lambat serta mencatat skor lebih tinggi dalam tes memori dan kelancaran verbal dibandingkan mereka yang tidak terlibat dalam pengasuhan cucu.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa aktivitas sosial dan keterlibatan emosional berperan penting dalam menjaga fungsi otak pada usia lanjut.

Advertisement

Riset tersebut menganalisis hampir 3.000 kakek-nenek berusia di atas 50 tahun dengan rata-rata usia 67 tahun yang tercatat dalam Studi Longitudinal Penuaan Inggris. Untuk mengukur kesehatan otak, para peserta menjalani tes kognitif hingga tiga kali dalam rentang 2016–2022.

Hasilnya menunjukkan bahwa lansia yang memberikan perawatan dalam bentuk apa pun kepada cucu memperoleh skor lebih tinggi pada tes memori dan verbal, bahkan setelah memperhitungkan faktor usia, tingkat pendidikan, kondisi kesehatan, serta variabel lain.

Dikutip dari Everyday Health, Selasa (27/1/2026), penulis utama studi, Flavia Chereches dari Universitas Tilburg, Belanda, menjelaskan bahwa merawat cucu memberi makna tersendiri bagi lansia.

“Kita tahu bahwa tetap aktif, dengan menggerakkan tubuh dan terlibat dalam aktivitas yang merangsang kognitif, itu baik seiring bertambahnya usia. Secara potensial, manfaat kognitif dapat berasal dari emosi positif yang terkait dengan pengasuhan, peningkatan aktivitas fisik, atau integrasi sosial yang lebih tinggi,” katanya.

Menurut Chereches, aktivitas pengasuhan menghadirkan kombinasi stimulasi fisik, mental, dan sosial yang saling melengkapi. Hal ini berpotensi menjadi faktor pelindung terhadap penurunan kognitif pada lansia.

Seorang spesialis geriatri sekaligus profesor kedokteran dan Direktur Stanford Longevity Center, Deborah Kado MD, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, menilai temuan itu masuk akal.

“Kemungkinan besar kakek-nenek yang menjadi pengasuh anak-anak kecil memiliki lebih banyak kesempatan untuk terpapar ide-ide baru, peluang, dan juga memiliki tujuan yang lebih besar, misalnya, tujuan membesarkan cucu agar sukses sebagai orang dewasa, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk mengasuh atau memilih untuk tidak melakukannya,” katanya.

Kado menambahkan, bukan lamanya waktu pengasuhan yang menjadi kunci utama, melainkan ragam aktivitas yang dilakukan bersama cucu. Membantu pekerjaan rumah, bermain gim, menyiapkan makanan, hingga mengantar cucu ke berbagai kegiatan memberikan stimulasi mental dan sosial yang beragam.

Meski demikian, studi tersebut juga mencatat bahwa manfaat penurunan kognitif yang lebih lambat secara signifikan terutama terlihat pada nenek. Hal ini diduga karena nenek cenderung mengambil peran lebih sentral dalam pengasuhan, sementara kakek lebih sering terlibat secara bersama atau dalam porsi yang lebih kecil.

Peneliti menegaskan bahwa studi ini belum membuktikan secara langsung bahwa pengasuhan cucu menjadi penyebab utama perlambatan penurunan kognitif. Ada kemungkinan kakek-nenek yang lebih sehat secara fisik dan mental memang lebih mampu diminta membantu merawat cucu, sehingga faktor kesehatan awal turut memengaruhi hasil penelitian.

Selain itu, penelitian ini tidak mengukur tingkat stres atau persepsi lansia terhadap peran pengasuhan tersebut. Padahal, pengalaman yang dirasakan sebagai beban atau tekanan justru berpotensi memberikan dampak berbeda terhadap kesehatan mental dan fungsi kognitif.

Di sisi lain, keterlibatan kakek-nenek dalam pengasuhan tidak hanya berdampak pada kesehatan lansia, tetapi juga berpotensi memberi manfaat bagi cucu.

Sejumlah penelitian lain menunjukkan bahwa kedekatan dengan kakek-nenek dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan verbal anak, sekaligus mendukung kesehatan mental serta kesejahteraan secara keseluruhan, sehingga pola pengasuhan lintas generasi ini dinilai memiliki kontribusi sosial yang lebih luas terhadap kualitas hidup keluarga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Polisi Pastikan Kematian Selebgram Lula Lahfah Bukan Pidana

Polisi Pastikan Kematian Selebgram Lula Lahfah Bukan Pidana

News
| Jum'at, 30 Januari 2026, 18:37 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement