Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Pernahkah ibu memperhatikan kalau anak Anda lebih suka minuman dingin daripada minuman hangat?
Misalnya saat pergi makan bersama, Anda akan memilih minuman teh hangat sementara si kecil selalu pada pilihannya yaitu es teh, es susu atau es jeruk.
Meski seakan sudah biasa, mengonsumsi minuman dingin bagi anak-anak ternyata tidak sekadar soal selera. Ada hal lain yang membuat mereka favorit minum es atau minuman dingin lainnya. Berikut ini penyebabnya dilansir dari Milo:
Sebuah studi dari Yale School of Medicine menemukan bahwa dalam otak terdapat respon pengatur rasa haus yang bisa aktif atau mati sesuai dengan suhu mulut. Artinya, ketika minum es susu coklat misalnya, respon rasa haus dalam otak akan aktif dan membuat anak merasakan sensasi rehidrasi yang menyegarkan. Hal inilah yang akhirnya membuat anak lebih memilih minuman dingin ketimbang hangat. Khususnya setelah lelah seharian beraktivitas.
Cuaca panas menyengat sudah menjadi hal biasa di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Nah, ketika aktif bermain maupun belajar di tengah panasnya cuaca, tak jarang jika anak lebih memilih minuman dingin ketimbang hangat. Hanya saja, tidak sedikit yang berpandangan bahwa memberikan minuman dingin pada anak-anak akan membuatnya lebih mudah terkena pilek.
Pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Ketika berada di tengah cuaca panas, ibu justru perlu menyeimbangkan suhu dan cairan tubuhnya dengan minuman dingin, seperti es susu coklat, jus, dan minuman dingin lainnya. Jika tidak diberikan, anak akan merasa lemas bahkan berisiko mengalami dehidrasi.
Setelah berolahraga dan sibuk beraktivitas di luar ruangan, segelas minuman dingin ternyata dapat meningkatkan suasana hati anak. Kenapa? Ternyata lobus temporal atau bagian pada otak yang berperan penting dalam menentukan suasana hati anak, dapat dirangsang dengan minuman dingin.
Selain itu, minuman dingin juga bisa menstimulasi produksi adrenalin, sehingga membantu anak tetap fokus dan senantiasa aktif. Itu sebabnya, minuman dingin seperti es susu coklat sangat cocok disajikan saat sarapan, sehingga ia bisa tetap berenergi selama di sekolah.
Ketika demam, anak mungkin meminta minuman dingin karena merasa gerah atau panas. Jangan khawatir, ini sangatlah normal. Menurut The National Center for Biotechnology Information, perpustakaan medis nasional milik Amerika Serikat, suhu panas dalam tubuh ketika demam dapat diredakan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan konsumsi minuman dingin.
Faktanya, minuman dingin dapat mengurangi rasa nyeri dan mengisi cairan tubuh yang hilang. Bahkan, minuman dingin juga bisa menjadi solusi saat anak susah makan ketika sakit. Ibu bisa sajikan es yogurt, es susu coklat, hingga jus untuk menambah asupan kalori ketika anak susah makan. Namun, hindari menggunakan gula terlalu banyak dan coba ganti dengan madu sebagai pemanis.
Itulah beberapa alasan mengapa anak lebih memilih minuman dingin ketimbang disajikan hangat. Meski minum es memiliki manfaat untuk tubuh, sebaiknya tetap membatasi asupan minuman dingin untuk anak. Jika dikonsumsi terlalu banyak, minuman dingin bisa membuat sakit kepala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.