Rumah Adat Sade Lombok Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki
Kebakaran melanda rumah adat Sade di Lombok Tengah, Sabtu malam. Petugas pemadam dikerahkan dan penyebab kebakaran masih diselidiki.
Ilustrasi - Pemeriksaan kesehatan jantung. ANTARA/HO-Pixabay/am.
Harianjogja.com, JAKARTA — Perempuan yang memasuki fase perimenopause atau masa transisi menuju menopause diminta lebih waspada terhadap kesehatan jantung. Studi terbaru mengungkap, periode ini menjadi fase krusial karena terjadi peningkatan signifikan risiko gangguan metabolik dan kardiovaskular.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association tersebut menganalisis data lebih dari 9.200 perempuan di Amerika Serikat yang merepresentasikan sekitar 60 juta populasi. Hasilnya menunjukkan adanya penurunan kualitas kesehatan jantung seiring perubahan hormonal yang terjadi menjelang menopause.
Selama ini, hormon estrogen berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung perempuan. Hormon ini membantu mengontrol kadar kolesterol, tekanan darah, hingga gula darah. Namun, ketika memasuki masa perimenopause, kadar estrogen mulai menurun dan berfluktuasi, sehingga perlindungan alami terhadap jantung ikut berkurang.
Peneliti membagi peserta ke dalam tiga kelompok, yakni pramenopause, perimenopause, dan pascamenopause. Untuk mengukur kondisi kesehatan jantung, digunakan metode Life’s Essential 8 (LE8) dari American Heart Association yang mencakup delapan indikator penting, seperti pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, kebiasaan merokok, indeks massa tubuh, tekanan darah, kolesterol, serta gula darah.
Hasilnya cukup mencengangkan. Perempuan pada masa perimenopause memiliki risiko hampir dua kali lipat mengalami penurunan skor kesehatan jantung dibandingkan kelompok pramenopause. Bahkan, risiko gangguan lemak darah meningkat hingga 76 persen, sementara risiko gangguan gula darah naik sebesar 83 persen.
Temuan ini menegaskan bahwa masa perimenopause bukan sekadar perubahan biologis biasa, melainkan fase rentan yang memerlukan perhatian serius. Meski demikian, peneliti juga mencatat adanya keterbatasan dalam studi ini, seperti data yang bersifat laporan mandiri serta tidak dilakukan pemantauan jangka panjang.
Sebagai langkah pencegahan, para ahli menyarankan perempuan mulai menerapkan pola hidup sehat sejak dini, bahkan sebelum memasuki menopause. Pola makan menjadi faktor kunci, dengan rekomendasi konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, serta protein rendah lemak.
Salah satu pola makan yang direkomendasikan adalah DASH diet yang terbukti membantu menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap stabil.
Selain itu, aktivitas fisik rutin juga penting untuk menjaga sensitivitas insulin, kesehatan pembuluh darah, serta berat badan tetap ideal. Pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk cek gula darah dan kolesterol, juga sangat dianjurkan untuk mendeteksi risiko sejak dini.
Dengan langkah pencegahan yang tepat, perempuan tetap dapat menjaga kesehatan jantung meski menghadapi perubahan hormonal di masa perimenopause.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebakaran melanda rumah adat Sade di Lombok Tengah, Sabtu malam. Petugas pemadam dikerahkan dan penyebab kebakaran masih diselidiki.
Bansos Agustus 2026 diprioritaskan bagi Desil 1-4. Simak daftar PKH, BPNT, PBI-JK, dan ATENSI beserta batas desilnya.
Bendera Merah Putih sepanjang 481 meter dibentangkan di Pantai Parangtritis hingga Parangkusumo Bantul dalam peringatan HUT ke-81 RI.
Program Motor Listrik Nasional diproyeksikan menciptakan 215.000 lapangan kerja dan nilai ekonomi Rp150 triliun pada 2026–2031.
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan warga Gilingan yang mengamuk dan mengancam warga dengan obeng sebelum dibawa ke RSJ Kentingan.