Rupiah Menutup Hari di Rp17.890 Setelah Sempat Tertekan
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.890 per dolar AS pada Kamis. Tekanan berkurang dibanding pembukaan di tengah sentimen BI dan konflik AS-Iran.
Salah satu pelajar mengikuti vaksinasi di SMK Muhammadiyah Berbah, Sleman, Kamis (4/11/2021). /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA - Vaksinasi dosis ketiga atau booster vaksin Covid-19 telah mulai disuntikkan kepada masyarakat beberapa waktu lalu. Dosis tambahan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia.
Bagi Anda yang telah mendapatkan vaksin booster, pasti akan bertanya-tanya, bagaimana cara mengecek tiket vaksinasi?
Tiket vaksin booster bisa dilihat melalui dua cara yakni melalui laman pedulilindungi.id dan aplikasi PeduliLindungi :
- Masuk ke Pedulilindungi.id
- Cek status dan tiket vaksinasi dengan memasukkan nama lengkap dan NIK
- Klik Periksa.
- Buka aplikasi Peduli Lindungi
- Masuk dengan akun yang terdaftar
- Klik menu Profil, lalu tekan \'Status Vaksinasi & Hasil Tes Covid-19
- Status dan jadwal vaksinasi booster akan terlihat
Untuk mengecek tiket vaksin, masuk ke menu Riwayat dan Tiket Vaksin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.890 per dolar AS pada Kamis. Tekanan berkurang dibanding pembukaan di tengah sentimen BI dan konflik AS-Iran.
Gibran meminta AJBI memperkuat ekosistem beasiswa bagi Indonesia timur untuk menyiapkan SDM unggul melalui penjaringan talenta sejak SMA.
Seorang konsultan pajak resmi mendaftar sebagai bakal calon lurah Srimartani dan membawa visi pengembangan potensi pariwisata serta ekonomi kalurahan.
Bulog dan TNI menggelar Gerakan Pangan Murah di Banyumas dan Cilacap untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan.
Purbaya memastikan utang Whoosh diselesaikan tanpa membebani APBN. Pemerintah menyiapkan skema khusus di luar anggaran negara untuk KCIC.
Orang bertubuh kurus juga dapat mengalami kolesterol tinggi. Dokter spesialis jantung mengungkap empat penyebabnya, mulai dari faktor genetik, pola makan, kuran