Jelang HUT ke-81 RI, Pemerintah Pastikan Keamanan Terkendali
Pemerintah memastikan keamanan nasional jelang HUT ke-81 RI terkendali dan mengimbau masyarakat bijak menerima informasi di media sosial.
Ilustrasi vaksin - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Dokter Soedjatmiko menyebut penelitian terbaru menemukan virus Human Papilloma (Human Papilloma Virus/HPV) tersebar di ratusan lokasi ruang publik sehingga risiko penularannya tidak hanya berasal dari aktivitas seksual.
Hal ini diutarakan dokter spesialis anak bidang tumbuh kembang anak dan pediatri sosial dari Universitas Indonesia Prof. Soedjatmiko, Sp.A.
Berdasarkan publikasi tahun 2025 di China, ditemukan sebaran virus HPV sebanyak 24 persen di 360 lokasi ruang publik yang terjamah masyarakat.
“Di toilet jongkok ada 53 persen, di wastafel 14,2 persen, di pegangan pintu ada, di puskesmas ada, di rumah sakit obgyn ada, di rumah sakit umum ada, dan konsentrasi virusnya cukup tinggi. Artinya gampang bisa menular,” kata Soedjatmiko dalam acara Kelas Jurnalis Lawan Misinformasi Kanker Leher Rahim di Era AI di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Ia mengatakan virus HPV di tempat umum berisiko menimbulkan kanker leher rahim dan bisa menetap selama tujuh jam sejak virus masuk ke leher rahim.
Sayangnya infeksi virus HPV tidak akan terasa selama 15-20 tahun dan baru terdiagnosis pada waktu pemeriksaan leher rahim, proses kelahiran, dan kontak erat dengan perempuan yang HPV positif. Sementara virus bisa menyebar keluar pada saat pemeriksaan leher rahim, saat menstruasi dan pada waktu berhubungan intim.
“ Sebanyak 70-90 persen tanpa gejala dan kadang-kadang bisa sembuh 1-2 tahun, yang 5-10 persen virusnya menetap. Orangnya juga gak rasa apa-apa, ini masalahnya. Kalau dia menetap di leher rahim, 15-20 tahun kemudian akan berkembang menjadi kanker leher rahim, yang kalau sudah mulai bergejala, maka sudah stadium lanjut,” katanya.
Sementara itu, virus HPV juga tidak hanya bisa dialami perempuan namun juga bisa menularkan kanker kepada laki-laki seperti pada penis dan rongga mulut meskipun jumlah penelitiannya masih sedikit.
Maka itu Soedjatmiko sangat menyarankan untuk melakukan vaksinasi HPV khususnya kepada remaja perempuan sebelum berusia 15 tahun, selain juga menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Sesuai rekomendasi organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) memprioritaskan perempuan berusia 11 tahun melakukan satu dosis vaksin HPV sekali. Langkah ini juga didukung oleh pemerintah yakni Kementerian Kesehatan yang juga memprioritaskan siswa kelas 5 SD untuk melakukan vaksinasi HPV.
Ia mengatakan efikasi satu dosis vaksin HPV mampu melindungi 80 persen sampai 90 persen perempuan dari virus HPV.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah memastikan keamanan nasional jelang HUT ke-81 RI terkendali dan mengimbau masyarakat bijak menerima informasi di media sosial.
FIFA resmi meluncurkan FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar di Indonesia dan Hong Kong. Turnamen memakai format tanpa semifinal sehingga Timnas Indonesia wajib menj
Fabio Quartararo menilai MotoGP 2026 bukan musim yang aneh meski sudah melahirkan tujuh pemenang berbeda. Kemenangan Raul Fernandez di Silverstone memperketat p
Apple rilis iOS 27 beta 5 untuk developer dengan ikon Liquid Glass baru, Siri AI dukung 11 suara, Wallet Create a Pass global, dan fitur baterai cerdas. Rilis f
NCT 127 gelar konser The Redline di Jakarta 3 Oktober 2026. Harga tiket Rp1,3-3,5 juta. 5 member tampil, pre-sale 19-20 Agustus. Cek kategori dan jadwal lengkap
Meta luncurkan Muse Glimmer, model AI open-weight 30 miliar parameter yang bisa berjalan di laptop dengan satu GPU. Bisa dipakai offline, dukung 100+ bahasa, da