Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Suasana penyelenggaraan Jogja Fashion Week 2021 yang digelar di JNM pada 25-27 November. /Dok. Istimewa
Harianjogja.com, WIROBRAJAN - Penyelenggaraan Jogja Fashion Week (JFW) 2021 resmi dibuka sejak 25-27 November di Jogja Nasional Museum. Dengan mengangkat tema The New Beginning, JFW 2021 diharapkan menjadi asa baru bagi para pegiat dunia fesyen dan industri kreatif untuk bangkit dari dampak pandemi Covid-19.
Direktur Kreatif JFW 2021, Philip Iswardono menyebut, pandemi Covid-19 tidak bisa dipungkiri berdampak sangat besar terhadap semua bidang kehidupan. Dari kebiasaan baru yang harus dilakukan, pembatasan dalam berkegiatan, hingga terpuruknya sektor ekonomi yang berdampak kepada pemutusan hubungan kerja dan tutupnya berbagai usaha.
BACA JUGA : Jogja Fashion Week Dorong Perkembangan Industri Kreatif
Hal ini juga berlaku dengan industri kreatif, khususnya industri fesyen. Akan tetapi dengan telah dilakukannya vaksinasi massal hampir di seluruh Indonesia menjadi angin segar bagi semua pihak untuk bergerak memulai lagi menuju pemulihan di berbagai sektor, khususnya bidang ekonomi.
"The New Beginning menjadi tema yang diangkat sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi sekarang, sehingga diharapkan akan dapat memacu pemulihan ekonomi dengan membangkitkan semangat pelaku industri kreatif dan UMKM," katanya, Sabtu (27/11).
Dalam penyelenggaraan ke -15 ini JFW 2021 didukung oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Jogja dan Bank Indonesia, sedangkan Jogja Nasional Museum (JNM) sebagai official venue Jogja Fashion Week 2021 ikut memfasilitasi. Acara ini akan dilaksanakan pada hari Kamis-Sabtu, 25-27 November 2021.
"Jogja Fashion Week 2021 akan dilaksanakan secara Hybrid [luring dan daring]," ungkapnya.
Salah satu peserta yang ikut berpartisipasi yakni jenama Li Scraft yang mengangkat inspirasi bagi muslimah muda. Konsep fesyen ini identik dengan news paper terutama font Arabic sebagai motif untuk koleksi-koleksi fesyennya. Namun kali ini Li Scraft mengusung Korean style dengan salah satu ikon yang digunakan yaitu dengan Hangeul Korea, baik untuk scraft/jilbab maupun gaun yang ada.
"Hal tersebut untuk mempresentasikan para profesional muslimah muda terlihat kasual, dinamis, namun tetap terlihat elegan dan ekslusif di setiap suasana," kata desainer Li Scraft, Ashfa Khoirunnisa.
BACA JUGA : Jogja Fashion Week 2019 Kampanyekan Busana Ramah
Beberapa koleksi Li Scraft dengan Korean style-nya dipadupadankan dengan body harness, belt pengaman yang bermula dipasang pada tubuh mekanik, hingga kemudian masuk ke dunia fesyen. Inspirasi style fesyen ini akan menambah kesan trandy, stylish dan memberikan kenyamanan bagi para profesional muslimah muda, namun tetap terlihat feminim.
"Body harness juga sebagai bagian untuk memberikan sentuhan fesyen forward, di mana hal ini merupakan sebagai bagian penyampaian yang sering menjadi keinginan para profesional muslimah muda untuk melengkapi style yang ditampilkan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.
Bulog mengubah pola pengelolaan stok beras SPHP dari FIFO menjadi formula mixing 2-3-4 untuk menjaga mutu beras yang disalurkan.
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
Kemenkop mengakui ada manajer Kopdes yang mundur karena penempatan jauh. Sekitar 1.900 manajer ditempatkan lintas provinsi.
Ojol perempuan di Jogja mendapat pelatihan bahasa Inggris gratis. Program ini digelar dua batch dan melibatkan komunitas Lady Bikers Jogja.