Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Suasana penyelenggaraan Jogja Fashion Week 2021 yang digelar di JNM pada 25-27 November. /Dok. Istimewa
Harianjogja.com, WIROBRAJAN - Penyelenggaraan Jogja Fashion Week (JFW) 2021 resmi dibuka sejak 25-27 November di Jogja Nasional Museum. Dengan mengangkat tema The New Beginning, JFW 2021 diharapkan menjadi asa baru bagi para pegiat dunia fesyen dan industri kreatif untuk bangkit dari dampak pandemi Covid-19.
Direktur Kreatif JFW 2021, Philip Iswardono menyebut, pandemi Covid-19 tidak bisa dipungkiri berdampak sangat besar terhadap semua bidang kehidupan. Dari kebiasaan baru yang harus dilakukan, pembatasan dalam berkegiatan, hingga terpuruknya sektor ekonomi yang berdampak kepada pemutusan hubungan kerja dan tutupnya berbagai usaha.
BACA JUGA : Jogja Fashion Week Dorong Perkembangan Industri Kreatif
Hal ini juga berlaku dengan industri kreatif, khususnya industri fesyen. Akan tetapi dengan telah dilakukannya vaksinasi massal hampir di seluruh Indonesia menjadi angin segar bagi semua pihak untuk bergerak memulai lagi menuju pemulihan di berbagai sektor, khususnya bidang ekonomi.
"The New Beginning menjadi tema yang diangkat sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi sekarang, sehingga diharapkan akan dapat memacu pemulihan ekonomi dengan membangkitkan semangat pelaku industri kreatif dan UMKM," katanya, Sabtu (27/11).
Dalam penyelenggaraan ke -15 ini JFW 2021 didukung oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Jogja dan Bank Indonesia, sedangkan Jogja Nasional Museum (JNM) sebagai official venue Jogja Fashion Week 2021 ikut memfasilitasi. Acara ini akan dilaksanakan pada hari Kamis-Sabtu, 25-27 November 2021.
"Jogja Fashion Week 2021 akan dilaksanakan secara Hybrid [luring dan daring]," ungkapnya.
Salah satu peserta yang ikut berpartisipasi yakni jenama Li Scraft yang mengangkat inspirasi bagi muslimah muda. Konsep fesyen ini identik dengan news paper terutama font Arabic sebagai motif untuk koleksi-koleksi fesyennya. Namun kali ini Li Scraft mengusung Korean style dengan salah satu ikon yang digunakan yaitu dengan Hangeul Korea, baik untuk scraft/jilbab maupun gaun yang ada.
"Hal tersebut untuk mempresentasikan para profesional muslimah muda terlihat kasual, dinamis, namun tetap terlihat elegan dan ekslusif di setiap suasana," kata desainer Li Scraft, Ashfa Khoirunnisa.
BACA JUGA : Jogja Fashion Week 2019 Kampanyekan Busana Ramah
Beberapa koleksi Li Scraft dengan Korean style-nya dipadupadankan dengan body harness, belt pengaman yang bermula dipasang pada tubuh mekanik, hingga kemudian masuk ke dunia fesyen. Inspirasi style fesyen ini akan menambah kesan trandy, stylish dan memberikan kenyamanan bagi para profesional muslimah muda, namun tetap terlihat feminim.
"Body harness juga sebagai bagian untuk memberikan sentuhan fesyen forward, di mana hal ini merupakan sebagai bagian penyampaian yang sering menjadi keinginan para profesional muslimah muda untuk melengkapi style yang ditampilkan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
9 WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI bergerak cepat menempuh jalur diplomatik dan perlindungan kekonsuleran.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.