DPD Golkar DIY Pastikan Musda Gunungkidul Digelar dalam Waktu Dekat
Ketua DPD Golkar DIY Singgih Januratmoko memastikan Musda XI Golkar Gunungkidul tetap digelar dan meminta kader menjaga soliditas.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Proteksi kesehatan penting dilakukan untuk orang yang memiliki risiko terhadap penyakit jantung. Apalagi, gangguan irama jantung atau dikenal dengan aritmia jantung seringkali tidak terdeteksi karena gejalanya yang minim dan serupa dengan penyakit ringan seperti berdebar, lemas, sesak napas, dan pusing.
Medical check up (MCU) ke rumah sakit jadi antisipasi yang wajib dilakukan khususnya mereka yang dalam keluarga memiliki riwayat sakit jantung, darah tinggi atau hipertensi tidak terkontrol, pernah alami serangan jantung dan kelainan katup jantung.
Baca juga: Pencairan Klaim Covid-19 Diminta Lebih Cepat demi Menjaga Cash Flow Rumah Sakit
"Selain itu, para pengguna narkoba dan zat aditif, mereka yang mengkonsumsi alkohol dan kafein berlebihan, dan perokok karena kandungan nikotin serta karbon monoksida dalam rokok berbahaya bagi jantung dan pembuluh darah," ujar Dokter Spesialis Jantung RS Premier Bintaro, dr. Febtusia Puspitasari SpJP, FIHA, melalui siaran pers Sequis Q Infinite MedCare Rider, Selasa (29/9/2020).
Menurut dr. Febtusia MCU jadi solusi untuk mendeteksi kelainan jantung, adapun rangkaian pemeriksaannya seperti elektrokardiografi, holter monitoring, ekokardiografi, treadmill test, CT scan jantung, MRI jantung, hingga kateterisasi jantung.
Tapi sebenarnya berapa sih biaya perawatan medis penyakit jantung?
Berdasarkan siaran pers, asuransi Sequis Q MedCare Rider mencatat perawatan medis pada penyakit jantung yang menelan biaya sangat tinggi. Biasanya pada kateterisasi jantung, operasi bypass, dan pemasangan ring jantung, biayanya berkisar Rp100 juta hingga lebih dari Rp200 juta tergantung pada tingkat kritisnya kondisi pasien.
Baca juga: Keberadaan Menkes Terawan Dipertanyakan, Begini Jawaban Istana
Oleh sebab itu setiap orang harus memiliki proteksi kesehatan baik dari negara atau dari swasta, karena khawatir apabila jatuh sakit, tabungan yang selama ini disimpan terkuras untuk mengobati penyakit kronik seperti sakit jantung.
Selain itu, untuk mencegahnya dr. Febtusia mengingatkan tidak lupa dengan pola hidup sehat, dengan mengkonsumsi asupan yang baik untuk jantung, seperti oatmeal, ikan salmon, dan mengurangi makanan manis agar gula darah juga terkontrol.
Selain itu, berolahragalah secara rutin dengan intensitas ringan yang terukur, seperti yoga, pilates, sepeda, dan jogging setidaknya 150 menit dalam seminggu.
"Tekanan darah juga perlu dijaga dengan cara cukup tidur dan tidak stres serta mengonsumsi obat penurun tekanan darah tinggi secara teratur dan konsisten. Mengatasi stres bisa dengan meditasi, mendengarkan musik, menonton film komedi, melakukan hobi ringan, seperti melukis atau berkebun dengan hati senang," tutup dr. Febtusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Ketua DPD Golkar DIY Singgih Januratmoko memastikan Musda XI Golkar Gunungkidul tetap digelar dan meminta kader menjaga soliditas.
Kemenhub memeriksa kelaikan 2.140 kapal untuk angkutan laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 guna memastikan keselamatan pelayaran.
BMKG mencatat curah hujan ekstrem mencapai 349 mm di Cilacap. Hujan lebat memicu banjir dan longsor di Cilacap-Banyumas.
Forbes mencatat 10 orang terkaya dunia dari bisnis minyak dan gas per 23 Oktober 2026. Lyndal Stephens Greth memimpin dengan US$29,9 miliar.
Esti Wijayati dan Nuryadi menekankan penguatan ideologi Pancasila serta komitmen kader PDIP DIY untuk memahami persoalan rakyat.
Bus PO Tunggal Dara terbakar di Tol Semarang-Solo KM 439+800. Sebanyak 15 penumpang dan tiga kru berhasil menyelamatkan diri.