367.064 Penerima Bansos Jateng Terindikasi Judol
367.064 penerima bansos Jateng terindikasi judol. Sebanyak 12.226 warga menjalani proses sanggah dan data masih terus diperbarui.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
Lurah Sandika menjatuhkan diri berlutut menyembah, lalu menangis.
“Prajurit macam apa ini? Tidak sepatutnya seorang penggawa menangis!” bentak Ki Juru Martani. “Seka air matamu. Bicara yang jelas.”
Raden Rangga tertawa.
“Lurah itu suruh pakai kemban saja,” ujarnya tersenyum, tapi anak muda bengal itu buru-buru menundukkan muka ketika ayahandanya menengok ke arahnya dengan dahi berkerut.
“Ampun beribu ampun, sinuhun. Hamba tidak mampu menahan runtuhnya waspa karena kesedihan yang tidak tertahankan. Hamba diutus Demang Ki Suradipa untuk menyampaikan berita duka, gusti sinuhun,” ujar Lurah Sandika sambil menyusut air mata.
“Katakanlah apa yang menjadi tugasmu.” Panembahan Senopati berkata lembut.
Lurah Sandika kembali hatur sungkem.
“Terjadi peristiwa mengenaskan di dalam gedung kademangan, gusti sinuhun. Di Langen Sari, Demang Suradipa sedang menjamu dua tamu agung, tiba-tiba datang gerombolan penyamun di bawah pimpinan seorang pemuda sakti bernama Damar. Mereka berteriak-teriak dengan kasar kemudian menyerang Gusti Pangeran Arumbinang dan Ki Ageng Permana yang bersama ki demang dan garwanya sedang menikmati andrawina,” tutur Lurah Sandika.
“Hm anak ringkih,” sela Raden Rangga yang langsung menunduk karena Ki Juru Martani dan Panembahan Senopati memandang marah.
“Teruskan laporanmu.”
“Gusti Pangeran Arumbinang dan Ki Ageng Permana tewas oleh kekejaman Damar, dan gusti demang sendiri terluka lengannya.”
“Ya Jagat Dewa Batara,” seru Panembahan Senopati sambil menggunakan tangan kanan menyentuh dada kirinya untuk menenteramkan hati. Benar gusti prabu kesaktiannya seolah tidak tepermanai;- benar pengampu Mataram Baru itu menep batinnya; Namun demi mendengar putra kesayangannya, walau lahir dari seorang selir, Pangeran Arumbinang tewas mengenaskan, duka dan murka membuat dadanya sesak.
“Coba tuturkan lebih jelas,” ujar sareh Ki Juru Martani.
Lurah Sandika menyembah.
“Kemaren malam, Demang Suradipa duduk berempat di taman, dengan Nimas Lembah, Gusti Pangeran Arumbinang dan Ki Ageng Permana. Di seputar Langen Sari tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Para pengawal duduk di pos penjagaan. Sekonyong-konyong pemberontak Damar beserta kawan-kawannya datang menyerbu. Kedua tamu agung maju membantu, namun keduanya terbunuh di ujung keris Damar, dan..”
“Begitu saktikah Damar?” sergah Raden Rangga dengan sorot matanya yang aneh. Anak muda itu tidak begitu peduli akan kematian Pangeran Arumbinang yang dianggapnya rapuh. Ia justru tertarik sekali dengan kadigdayan seorang pemuda yang mampu membunuh dua orang dan melukai Ki Suradipa yang sakti.
“Benar,” tandas Lurah Sandika.
“Ramanda prabu, perkenankan hamba pergi menangkap Damar,” Raden Rangga berujar dengan muka merah. Ki Juru Martani memandang muridnya dengan sorot mata menegur. Benar Rangga murid kinasihnya, tapi tokoh sepuh yang waskita itu menangkap “nada gembira” dalam ucapan Rangga. Ia paham, muridnya bukan berniat membalas dendam kematian saudara tirinya. Anak nakal yang hobi berkelahi itu tujuannya satu: mengadu kasekten.
BERSAMBUNG: Sandyakala Ratu Malang-Bagian 047
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
367.064 penerima bansos Jateng terindikasi judol. Sebanyak 12.226 warga menjalani proses sanggah dan data masih terus diperbarui.
Empat film baru tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026. Ada Akal Imitasi, Istimewa, Taboo: The Silent Day, dan Urang Bunian.
PSIM Jogja menghadapi Madura United pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Van Gastel siap menghadapi permainan menyerang dan terbuka.
The Fed menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75%-4%, pertama sejak Juli 2023, di tengah tekanan inflasi dan harga energi AS.
KA Bandara YIA resmi dikelola KAI Commuter mulai 17 September 2026. Tarif dan jadwal tetap, tetapi kanal pembelian tiket berubah.
Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda muncul dalam materi Forum PBB di Bangkok yang membahas tambang nikel dan dampak lingkungan. Ini konteksnya.