Advertisement

Tak Hanya untuk Pencernaan, Serat Bantu Atur Nafsu Makan

Maya Herawati
Jum'at, 20 Februari 2026 - 17:07 WIB
Maya Herawati
Tak Hanya untuk Pencernaan, Serat Bantu Atur Nafsu Makan Makanan sumber serat. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Diet tinggi serat disebut dapat membantu menurunkan berat badan karena memengaruhi hormon kenyang dan nafsu makan dalam tubuh. Seorang ahli bedah menjelaskan mekanisme ilmiah serat yang bahkan berkaitan dengan hormon yang juga ditargetkan obat penurun berat badan.

Diet tinggi serat selama ini dikenal bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, mulai dari melancarkan buang air besar hingga mendukung keseimbangan bakteri baik di usus. Namun, manfaat diet tinggi serat ternyata tidak berhenti pada kesehatan saluran cerna, melainkan juga berperan dalam pengelolaan berat badan melalui berbagai proses biologis dalam tubuh.

Advertisement

Ahli bedah asal Inggris, Dr. Karan Rajan, yang juga dikenal sebagai kreator konten kesehatan, menjelaskan bahwa konsumsi serat memicu sejumlah mekanisme penting yang membantu seseorang merasa kenyang lebih lama. Penjelasan tersebut ia sampaikan melalui video Instagram pada 19 Februari 2026, seperti dikutip Hindustan Times, Jumat (20/2/2026).

Cara Serat Membantu Mengontrol Nafsu Makan

Menurut Dr. Rajan, salah satu efek utama diet tinggi serat adalah peregangan lambung atau gastric distension. Serat akan mengembang secara fisik di dalam perut sehingga meningkatkan volume makanan dan merangsang reseptor regangan yang mengirim sinyal kenyang ke otak melalui saraf vagus.

"Serat secara fisik meregangkan perut Anda. Ini memicu mekanoreseptor untuk mengirim sinyal ke batang otak melalui saraf vagus sehingga Anda merasa puas dengan kalori yang lebih sedikit," jelas Dr. Rajan.

Selain itu, serat larut mampu menyerap air dan membentuk tekstur seperti gel yang memperlambat proses pengosongan lambung. Kondisi ini membuat rasa kenyang bertahan lebih lama di antara waktu makan serta membantu mengurangi keinginan ngemil.

Pengaruh Serat pada Hormon Tubuh

Serat juga merangsang sel L di usus untuk melepaskan hormon GLP-1 dan PYY yang berperan dalam pengaturan nafsu makan. Hormon tersebut diketahui memiliki mekanisme kerja yang serupa dengan obat penurun berat badan seperti Ozempic, karena dapat memengaruhi pusat kontrol nafsu makan di otak.

"Ini adalah hormon yang sama yang ditiru oleh obat Ozempic. Hormon ini menembus sawar darah-otak dan menekan nafsu makan pada tingkat otak," ungkapnya.

Di sisi lain, proses fermentasi serat oleh mikrobioma usus menghasilkan asam lemak rantai pendek yang membantu menekan produksi ghrelin, yaitu hormon pemicu rasa lapar. Kombinasi efek ini mendukung pengaturan nafsu makan dan meningkatkan rasa kenyang.

Efek Serat terhadap Penyerapan Kalori

Makanan tinggi serat juga dapat sedikit mengurangi efisiensi penyerapan kalori karena sebagian nutrisi terikat pada serat dan keluar melalui sistem pencernaan tanpa diserap sepenuhnya. Walaupun efeknya relatif kecil, dampak tersebut dapat terakumulasi seiring peningkatan konsumsi serat dalam jangka panjang.

Serat Bukan Solusi Instan Penurun Berat Badan

Dr. Rajan mengingatkan bahwa diet tinggi serat tetap tidak dapat mengalahkan prinsip dasar keseimbangan energi. Kalori yang masuk dan keluar tetap menjadi faktor utama dalam perubahan berat badan seseorang.

"Serat tidak bisa mengalahkan hukum termodinamika. Yang dilakukan serat adalah membuat defisit kalori lebih mudah dipertahankan. Anda jadi tidak terlalu lapar dan keinginan makan (craving) berkurang. Faktanya, penelitian menunjukkan diet tinggi serat menyebabkan pengurangan kalori spontan sekitar 10 persen tanpa pembatasan yang disengaja."

Peran Suplemen Serat

Terkait dengan penggunaan suplemen, ia menjelaskan bahwa produk tersebut dapat menjadi alat bantu dalam kondisi tertentu, seperti saat bepergian dengan akses makanan terbatas, ketika sedang sakit dengan nafsu makan rendah, atau saat menggunakan obat GLP-1 dan perlu memenuhi kebutuhan serat dengan kalori rendah.

Meski demikian, makanan utuh tetap menjadi pilihan terbaik karena mengandung polifenol, vitamin, mineral, serta efek matriks pangan yang tidak dapat sepenuhnya ditiru oleh suplemen. Informasi mengenai manfaat diet tinggi serat dalam membantu pengelolaan berat badan menjadi penting bagi masyarakat yang ingin menerapkan pola makan sehat secara berkelanjutan tanpa bergantung pada solusi instan. "Jangan gunakan suplemen sebagai alasan untuk tidak pernah makan makanan utuh yang kaya serat," katanya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Hindustan Times

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan Tembus 144 Juta Orang

Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan Tembus 144 Juta Orang

News
| Jum'at, 20 Februari 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement