Advertisement
Bahaya Wadah Plastik Hitam untuk Makanan, Ini Risikonya
Foto ilustrasi nasi goreng dengan wadah plastik hitam, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Bahaya wadah plastik hitam untuk makanan kembali menjadi sorotan karena berpotensi melepaskan bahan kimia berbahaya saat terkena panas atau makanan berminyak. Seorang ahli nutrisi mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan segera mengganti wadah tersebut dengan alternatif yang lebih aman.
Wadah plastik hitam selama ini menjadi bagian penting dalam sistem pengiriman makanan modern karena ringan, mudah ditumpuk, dan sering diberi label “food grade”. Namun, di balik kepraktisannya, keamanan wadah ini mulai dipertanyakan, terutama karena banyak masyarakat menggunakannya kembali di rumah tanpa mempertimbangkan risiko kesehatan yang mungkin muncul.
Advertisement
Para ahli kesehatan sebenarnya telah lama memperingatkan agar masyarakat tidak memanaskan makanan di dalam wadah plastik, khususnya jika bersentuhan dengan makanan panas, berminyak, atau asam. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan kemungkinan perpindahan zat kimia dari plastik ke makanan, sehingga label keamanan pangan yang tertera pada kemasan tidak selalu menjamin bebas risiko.
Bahaya di Balik Wadah Plastik Hitam
BACA JUGA
Dokter medis dengan spesialisasi nutrisi terapan dan pengalaman lebih dari 18 tahun, Dr. Nandita Iyer, yang juga penulis buku The Great Indian Thali, menjelaskan potensi risiko kesehatan dari penggunaan wadah plastik hitam untuk penyimpanan maupun pengiriman makanan. Penjelasan tersebut ia sampaikan melalui video yang dibagikan di platform Twitter (X), seperti dikutip dari Hindustan Times, Jumat (20/2/2026).
"Apakah pengiriman makanan terakhir Anda menggunakan wadah jenis ini? Jika ya, berhenti menggulir layar. Saya adalah orang terakhir yang ingin menakut-nakuti, tapi ini adalah satu hal yang harus Anda perhatikan. Hampir semua restoran menggunakannya, bahkan beberapa orang sengaja mengumpulkannya untuk digunakan kembali di dapur."
Bagaimana Plastik Hitam Diproduksi?
Menurut Dr. Iyer, plastik hitam umumnya diproduksi dari limbah plastik daur ulang yang berpotensi mengandung berbagai material campuran. Limbah tersebut dapat mencakup sisa perangkat elektronik, PVC lama, bahan penghambat api (flame retardants), serta zat kimia lain yang tidak selalu aman untuk kontak dengan makanan. Warna hitam sengaja ditambahkan untuk menyamarkan campuran material yang tidak seragam tersebut.
Efek Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
Ia juga menyoroti dampak kesehatan yang mungkin muncul ketika wadah plastik hitam dipanaskan di microwave atau bersentuhan dengan makanan asam maupun berlemak. Dalam kondisi tersebut, plastik berisiko mengalami peluluhan (leaching) sehingga berbagai zat dapat berpindah ke makanan, antara lain bahan kimia berbahaya, mikroplastik, senyawa penghambat api brominasi, hingga jejak logam berat.
"Ada bukti bahwa plastik hitam, terutama saat dipanaskan atau bersentuhan dengan lemak (seperti dalam kari kita), akan melepaskan tingkat senyawa berbahaya yang lebih tinggi," jelasnya.
Alternatif Wadah yang Lebih Aman
Meski demikian, Dr. Iyer menegaskan tidak semua wadah plastik hitam otomatis berbahaya. Namun, karena banyak di antaranya berasal dari bahan daur ulang dengan asal-usul yang sulit dilacak, risiko kesehatan dinilai tidak sebanding dengan manfaat praktis yang ditawarkan.
Ia pun membagikan beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko paparan bahan kimia dari wadah plastik hitam, di antaranya mengganti wadah dengan bahan yang lebih aman, segera memindahkan makanan ke wadah kaca atau baja tahan karat (stainless steel) setelah diterima, serta tidak memanaskan wadah plastik hitam di microwave. Selain itu, wadah plastik berwarna putih umumnya dianggap lebih aman dibandingkan wadah berwarna hitam, meskipun tetap perlu digunakan dengan hati-hati.
Masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai kotak makanan berbahan kertas yang dilapisi plastik tipis di bagian dalam, karena lapisan tersebut juga berpotensi melepaskan bahan kimia saat terkena panas. Kesadaran terhadap bahaya wadah plastik hitam untuk makanan menjadi penting seiring meningkatnya penggunaan layanan pesan antar makanan, sehingga konsumen dapat mengambil keputusan yang lebih aman dalam kehidupan sehari-hari.
"Jika Anda ingin melakukan satu perubahan hari ini, buatlah perubahan ini. Berbicaralah dengan restoran langganan Anda agar tidak menggunakan plastik hitam untuk pengiriman," kata Dr. Iyer.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Hindustan Times
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Menhub dan Pemda DIY Matangkan Persiapan Angkutan Lebaran 2026
- Guru SLB di Jogja Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Murid
- Polresta Sleman Perkuat Patroli Ramadan, Fokus Titik Rawan
- 197 Sekolah di Gunungkidul Direvitalisasi, Fokus Sarana Belajar
- Dana Desa Kulonprogo Turun Tajam, Program Kalurahan Terancam
Advertisement
Advertisement





