Siswa SD Meninggal Seusai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
040
Ketidakadilan tidak akan bisa diselesaikan dengan sebuah harapan akan perbaikan. Sebab, menurut Pangeran Arumbinang, “Suradipa bukan hanya tidak adil mengambilmu sebagai ampeyan, selebihnya ia serakah dan angkara!”
Sang pangeran, juga Nimas Lembah, tentu memiliki sekian banyak alasan pembenar tapi satu hal tidak terelakkan: pertemuan mereka terlihat oleh Sandiman, seorang juru taman di mana ia menaruh benci terhadap Nimas Lembah yang (menurutnya) jemawa, angkuh, congkak, tinggi hati rendah budi dan ringan mulut. Sandiman beberapa kali dimaki-maki, disumpahserapahi oleh selir Demang Tembayat itu. Sakitnya itu di sini, kata Sandiman kepada istrinya, sambil jarinya menunjuk ke ulu hati.
Juru taman itu merasa dirinya apes, karena sudah terlahir miskin, berwajah buruk, masih setiap hari dibentak, dicerca dan dinista “cuma” oleh seorang sinden yang sesama kawula biasa. Dan malam jelang pagi itu, kesumat Sandiman menemukan pelampiasan. Sandiman tergopoh- gopoh menyelinap di antara tetumbuhan bunga di langen sari langsung menuju ke gedung.
Ia tahu harus ke mana. Bilik pribadi Demang Suradipa ada di kanan ruang bujakrama. Di depan kamar yang pintunya tidak terkunci --- ketika Nimas Lembah meninggalkan kamar untuk berjumpa dengan Pangeran Arumbinang, ia sekadar merapatkan daun pintu --- Sandiman sedikit termangu, namun kemudian membulatkan tekat.
“Titiwanci dendamku tertunaikan,” geramnya.
Betapa kagetnya Ki Suradipa ketika membuka mata dan setengah ayub-ayuben melihat Sandiman lancang menggoyang-goyangkan ibu jari kakinya. Hampir saja Sandiman ditendang kalau ia tidak cepat tanggap sasmita. Juru taman itu agak keder memanggil-manggil namanya dengan berbisik.
“Mohon ampun, Gusti Demang, mohon ampun, ada wigati Gusti,” gagap Sandiman.
“Wigati apa?” Ki Suradipa setengah membentak. Matanya memandang kesal.
“Gusti Demang, hamba, tadi ehh baru saja hamba melihat Gusti, melihat..”
“Kamu melihat hantu?”
“Melihat hal luar biasa sekali dilakukan oleh Gusti Putri di ….”
Ki Suradipa menoleh ke sisi kirinya. Kosong.
“Di mana?”
“Di sana, Gusti, di …” Demang Suradipa tanpa berbenah langsung menyeret Sandiman.
“Tunjukkan di mana!” bentaknya. Entah mengapa dadanya terasa pepat.
“Di langen sari, Gusti, bersama ….” belum sempat meneruskan kalimatnya, juru kebun itu didorong ke samping dengan keras. Demang itu bagaikan terbang menuju taman.
Dan di langen sari yang rimbun asri penuh bunga warna-warni itu?
Gigi Demang Ki Suradipa berkeretak. Kedua bola matanya berputar-putar liar. Tubuhnya menggigil dan cambangnya seakan berdiri. Hanya sekali lompat, ia telah berdiri di depan Nimas Lembah dan Pangeran Arumbinang yang asyik masyuk memainkan syahwat sampai lupa darat.
Pangeran Arumbinang tercengung nanap memandang Ki Suradipa dengan ketakutan.Tapi ia tidak mendapat banyak kesempatan untuk berkilah atau apalagi melempar fitnah. Sekitar enam kali keris pusaka Singa Barong masuk dan keluar di dada serta perut sang pangeran. Darah pun memancur deras dari dada bidangnya. Sebentar tubuh Pangeran Arumbinang terhuyung-huyung kemudian tumbang bersama sukmanya melayang.
BERSAMBUNG: Sandyakala Ratu Malang-Bagian 041
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu hanya meraih skor 61% di Rotten Tomatoes, tetapi tetap dipuji penggemar Star Wars.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.