Danantara Ikut Biayai LRT Jakarta, Ruang Fiskal DKI Terjaga
Danantara dinilai bisa menjadi alternatif pembiayaan LRT Jakarta sekaligus membantu menjaga ruang fiskal DKI Jakarta.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
Tiba-tiba obor padam. Hutan kembali gelap. Pranacitra menyumpah-nyumpahi “kelicikan” lawannya itu. Terdengar suara tertawa dalam hutan.
“Ha ha, Pranacitra. Benar engkau prajurit paling tangguh di Tembayat? Maju ke sini, kita perang tanding satu lawan satu, atau barangkali engkau takut padaku?”
Pranacitra senopati yang kenyang makan asam garam di pelbagai pertempuran.
“Serbu! Tangkap hidup-hidup!”
Dengan cekatan beberapa prajurit menyalakan obor. Mereka masuk hutan. Paling depan pasukan oncor. Rimba yang gelap gulita penuh pohon-pohon raksasa, sekarang benderang, dan muncul bayang-bayang pokok kayu preh, mahoni, pule dan beringin raksasa yang menyeramkan. Fatamorgana iblis dengan mulut tertawa menyaksikan kekejaman antarmanusia, sesama ciptaan-Nya saling berbunuhan.
Setelah sekian lama berkutat di rimba tidak menemukan Damar atau kawan-kawannya, Pranacitra menjadi curiga. Ia perintahkan pasukannya mundur dan segera keluar dari hutan.
Tapi terlambat!
Di segala penjuru angin terdengar sorak membahana. Tambur, bende, canang, celempung ditabuh bertalu-talu. Api berkobar ganas di sekeliling tempat itu. Tidak ada kesempatan mundur bagi pasukan Pranacitra. Selagi prajurit berdiri kebingungan, tiba-tiba anak panah berhamburan ke arah mereka bagai hujan. Erangan dan rintihan sahut menyahut.
“Berlindung di balik pohon!” perintah Pranacitra.
Pada saat seperti itu, perisai tidak ada gunanya. Anak panah terus menyerang tanpa jeda, dan dari semua arah. Sebagai seorang sakti, Pranacitra mampu mendengar desing panah, maka ia dengan mudah mengelak atau menangkis dengan pedangnya. Beda dengan para prajurit.
Lima bregada lari lintang pukang untuk berlindung di balik pohon-pohon raksasa. Namun jumlah mereka ratusan dan suasana samar-samar, bahkan banyak prajurit oncor yang roboh maka mereka saling tabrak. Oncor-oncor terlempar ke tanah, membakar daun-daun dan ranting, nyala api semakin ganas. Damar dan teman-temannya yang dalam keseharian sopan berubah beringas, mereka terus memanah bahkan ujung panah dipasangi sumbu api. Mereka berteriak-teriak keras.
Perang adalah kebrutalan berjamaah. Dan Damar, juga Dinar beserta kawan-kawannya di sebalik pohon mahoni, tertawa-tawa tanpa matanya “mendengar” kesah serta darah para prajurit. Mereka hanya tahu bahwa, dalam perang, apa yang awam menyebut kepahlawanan, barangkali hanya sebuah kesia-siaan. Sebuah sikap heroik yang mubazir.
“Kami berada di jalan kebenaran. Jahanam Suradipa sepantasnya dibinasakan,” mungkin Damar berkilah menenteramkan diri ketika menampaki para prajurit bergelimpangan.
Sejarah membidani kebenaran, konon, tidak lepas dari tempat, waktu dan prosesnya. Tapi ada yang kekal dalam dirinya, dan tidak terhingga rumusannya. Begitu kata seorang filsuf serta teolog, yang menyikapi ihwal kebenaran dengan cara sebagai bukan postmodern.
Betapa paniknya rombongan prajurit Tembayat di bawah pimpinan Pranacitra waktu itu. Banteng Tembayat mengutuk dirinya sendiri, mengapa tadi ia mengedepankan amarahnya, lalu mengejar Damar masuk hutan?! Jika posisi mereka di luar alas, tentu keadaan tidak seperti ini.
BERSAMBUNG: Sandyakala Ratu Malang-Bagian 039
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Danantara dinilai bisa menjadi alternatif pembiayaan LRT Jakarta sekaligus membantu menjaga ruang fiskal DKI Jakarta.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.
Danantara membuka opsi mengembangkan perusahaan tekstil yang sudah ada, dengan mempertimbangkan mesin, teknologi, lapangan kerja, dan return investasi.