Kisah Denver Si Selebdog, Foto Bareng Rp25.000 untuk Bantu Anjing Telantar
Denver, anjing malamut alaska seberat 70 kg di Semarang, ‘bekerja’ lewat sesi foto berbayar untuk membantu biaya shelter anjing telantar.
Foto ilustrasi pengasuhan anak dibuat oleh Artificial Intelligence ChatGpt.
Harianjogja.com, JAKARTA—Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sangat penting karena dampaknya bisa meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian.
Psikolog sekaligus pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Novi Poespita Candra, mengatakan bahwa keterlibatan ayah tidak hanya membentuk aspek fisik anak, tapi, juga mempengaruhi kepercayaan diri dan keberanian mengambil risiko.
"Keterlibatan ayah mampu meningkatkan ketangguhan dan keberanian anak. Ini sangat penting bagi perkembangan sosial emosional mereka," kata Novi, Selasa (15/7/2025).
Dia menekankan pentingnya keterlibatan aktif ayah dalam aktivitas anak seperti berolahraga bersama atau berdiskusi soal nilai kehidupan agar anak memiliki resiliensi dan kepercayaan diri.
“Anak yang memiliki relasi hangat dan positif dengan ayahnya cenderung lebih percaya diri, berani mengambil keputusan, dan siap menghadapi tantangan sosial,” ujar dia.
BACA JUGA: BRIN Temukan Endapan Tsunami Purba Berusia 1.800 Tahun, Berjarak 2 Km dari Bandara YIA
Anak yang tumbuh tanpa hubungan dekat dengan ayah berisiko memiliki ketimpangan psikologis, kata Novi menjelaskan.
Dampak yang bisa terjadi antara lain anak laki-laki cenderung canggung menjalin hubungan dengan teman laki-laki lainnya, sedangkan anak perempuan berpotensi kehilangan kepercayaan terhadap laki-laki atau justru terlalu mudah mempercayai laki-laki dewasa.
Fenomena fatherless mengacu pada situasi di mana anak kurang mendapatkan peran dan kehadiran ayah dalam kehidupannya, baik secara fisik maupun emosional, meskipun ayah mungkin masih ada. Fenomena itu, Novi menjelaskan, kini semakin terlihat di masyarakat urban Indonesia, ketika peran ayah kerap tersisih karena kesibukan kerja atau jarak emosional.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 7 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, yang bertujuan untuk mengatasi isu fatherless di Indonesia.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji mengatakan bahwa gerakan ayah mengantarkan anak di hari pertama sekolah menjadi simbol perubahan budaya pengasuhan dalam keluarga.
Gerakan tersebut bertujuan meningkatkan peran pengasuhan ayah terhadap anak, dan termasuk salah satu program terbaik hasil cepat atau quick wins Kemendukbangga/BKKBN, yakni Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Denver, anjing malamut alaska seberat 70 kg di Semarang, ‘bekerja’ lewat sesi foto berbayar untuk membantu biaya shelter anjing telantar.
Kustomfest 2026 di Jogja hadir 10-11 Oktober dengan charity riding, dukungan pendidikan anak, musik, kuliner, dan tema High Octane.
KNMP Poncosari Bantul didorong menjadi pusat kegiatan nelayan dan pengembangan hasil perikanan dengan fasilitas cold storage dan pabrik es.
BCA memeriksa mata lebih dari 3.500 pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.