Mendagri Tito Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Sandyakala Ratu Malang/Hengki Irawan
“Panuluh, engkau sudah kembali?”
“Benar, rama. Ada berita buruk disampaikan paman Godor kepadaku.”
“Berita apa, anakku?” tanyanya sareh.
“Rama panembahan didatangi para prajurit utusan Demang Suradipa.”
Begawan Sempani mengangguk-angguk. “Hmmm. Anak muda berdarah panas.Memang benar sebagaimana tadi kau lihat ada lima orang utusan Ki Suradipa, tapi berita burukkah itu? Sepatutnya, demang yang menguasai seluruh tlatah Tembayat ini mengundang salah satu warga kademangan untuk menghadap. Jangan dibesar-besarkan, anakku,” ujarnya tenang.
“Tapi, ehhh, bayangan yang saya lihat dalam mimpi semalam itu ….” suara Panuluh agak bimbang disaput cemas.
BACA JUGA: Cerita Bersambung Sandyakala Ratu Malang: Bagian 001
Begawan Sempani menarik napas panjang. Nada bicaranya berubah serius.
“Anakku Damar Panuluh, cah bagus. Memang Sang Akarya Jagat senantiasa memberikan tanda kepada sekalian hamba-Nya. Namun hanya mereka yang sidik permana saja yang kwagang menangkap isyarat itu. Engkau tentu paham, anakku, bahwa Gusti kang murbeng dumadi daulat penuh untuk memberi atau mengambil, membangun atau meruntuhkan, kita sebagai kawula-Nya sekadar menjalani. Sirnakan kecemasanmu, anakku, karena itu hanya akan menyeretmu ke dalam jurang kerapuhan batin, dan sekaligus mengurangi kekuatanmu.”
Panuluh membungkuk hormat.
“Maafkan saya, rama. Tadi hati saya waswas terdorong nafsu hati. Namun sekarang hati saya tenteram mendengar wejangan rama, sungguhpun terus terang saja saya merasa tidak enak melepas rama pergi menghadap Demang Tembayat. Hal ini berkait dengan mimpi saya semalam, melihat rama berpakaian putih dan bersayap terbang ke angkasa,” Panuluh berhenti sejenak.
“Saya juga mendengar kabar kabur bahwa Ki Suradipa sedang berduka, entah apa yang disusahkannya, bukankah demang itu bergelimang harta,” sambungnya lirih.
BACA JUGA: Cerita Bersambung Sandyakala Ratu Malang: Bagian 002
Begawan Sempani tersenyum.
“Panuluh, anakku, memang tidak sepatutnya kita berpura-pura. Sebuah mimpi, apalagi impen Daradasih sebagaimana engkau alami tentu numusi. Jujur saja mimpimu berarti kematian Tapi adakah yang salah dengan ajal; dan maut apakah sesuatu yang harus disusahkan? Panuluh, engkau tentu maklum, mati hanya memenuhi kewajiban, tunduk kepada hukum alam, begitu pun kelahiran. Apakah engkau mampu menghindar dari kelahiran, sebagaimana halnya apakah kuasa engkau mengelak dari kematian?”
Pada saat itu terdengar suara parau dari luar sanggar pamujan.
“Panembahan, mari berangkat sekarang, mumpung terang tanah.”
“Baiklah, aku segera turun,” jawab Begawan Sempani.
Kakek pendeta mengambil jubah panjangnya, lalu dikenakan dengan rapi.
“Rama!” Panuluh menubruk kaki Begawan Sempani.
“Ingat, anakku. Kosong itu isi. Pertemuan dan perpisahan, hakekatnya sama. Keabadian itu fana. Bersikaplah sebagai ksatria yang menep, jangan biarkan nafsu berjalan tanpa kendali. Perhatikan bisikan suara nuranimu. Sekarang aku pergi,” ujar lembut Begawan Sempani.
“Rama, biarkan saya melindungimu selama perjalanan ke Bayat,” Panuluh mendongak.
“Jangan, Ngger. Ki Demang memanggil rama. Engkau di sini memimpin para pamanmu petani mengolah sawah, hati-hati menjaga bendungan.”
BERSAMBUNG: Sandyakala Ratu Malang: Bagian 004
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Kemensos mencoret 880 penerima bansos di Sukoharjo yang terindikasi bermain judi online. DPRD meminta langkah tegas menjadi efek jera.
DPRD Bantul meminta seleksi Pilur 2026 berlangsung transparan dan objektif jika bakal calon lurah melebihi lima orang di satu kalurahan.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi meminta perguruan tinggi mengintegrasikan sains, agama, dan Pancasila untuk mencetak SDM unggul.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.