17 Ribu Haji Reguler Tempati Hotel Mewah di Madinah
Hampir 17 ribu haji reguler 2026 akan menginap di hotel bintang 4 dan 5 di Madinah, dekat Masjid Nabawi. Prioritas untuk lansia.
Ilustrasi bekerja/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA - Baru-baru ini, para ilmuan di Korea Selatan menemukan stres akibat bekerja berjam-jam bisa merusak folikel rambut pria.
Dalam studi ini, para ilmuan di Sungkyunkwan University menganalisis 13.391 laki-laki yang dipekerjakan antara 2013 dan 2017. Mereka berusia antara 20 sampai 59 tahun.
Dilansir dari Medicaldaily, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu pekerja "normal" atau bekerja selama 40 jam seminggu, pekerja "lama" atau bekerja hingga 52 jam di kantor dan pekerja "jauh lebih lama" atau yang bekerja lebih dari 52 jam dalam seminggu.
Para peneliti menemukan, peserta berusia 20an sampai 30an tahun yang bekerja setidaknya 52 jam seminggu, dua kali lebih mungkin mengalami alopecia dibanding peserta yang bekerja kurang dari jam tersebut seminggu.
Risiko alopecia atau kerontokan rambut meningkat hampir 4 persen pada kelompok "lebih lama" dibanding kelompok "lama" yang hanya 3 persen dan kelompok "normal" yang 2 persen. Hasilnya tetap sama setelah peneliti menyesuaikannya dengan pendapatan, merokok, dan status perkawinan.
Menurut studi ini, terlalu lama menghabiskan waktu di kantor bisa menyebabkan stres hebat yang merusak folikel rambut. Stres kemungkinan juga mendorong folikel rambut memasuki fase "catagen" atau tahap transisi antara rambut aktif tumbuh dan ketika beristirahat.
Selain itu, kerontokan rambut juga disebabkan karena testosteron menghasilkan produk sampingan yang disebut dihidrotestosteron yang menyebabkan folikel rambut menyusut.
"Hasil penelitian ini menunjukkan jam kerja yang panjang secara signifikan terkait dengan peningkatan perkembangan alopecia pada pekerja laki-laki," kata penulis utama Dr. Kyung-Hun Son.
Menurutnya, perlu adanya batasan jam kerja untuk mencegah terjadinya alopecia, terutama pada pekerja yang muda sekitar berusia 20 dan 30 tahun, usia di mana kerontokan mulai muncul.
Dr. Son mengatakan, banyak penelitian sebelumnya yang mengungkapkan mekanisme perkembangan alopecia karena stres. Percobaan pada tikus telah menunjukkan bahwa stres secara signifikan telah menghambat pertumbuah folikel rambut, aktivitas siklus catagen, dan kerusakan folikel rambut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com/Medicaldaily
Hampir 17 ribu haji reguler 2026 akan menginap di hotel bintang 4 dan 5 di Madinah, dekat Masjid Nabawi. Prioritas untuk lansia.
Harian Jogja rayakan HUT ke-18 dengan bakti sosial di Panti Al Wahhaab Sleman, perkuat kepedulian dan pemberdayaan santri.
Kirab Budaya Tresna Pancasila di Malioboro Jogja padat pengunjung, gaungkan nilai Pancasila dan dorong pariwisata.
Haier luncurkan Horizon Collection di Jakarta, hadirkan kulkas premium dengan teknologi pendingin mutakhir dan hemat energi.
BNN ungkap penyelundupan 7,8 kg hasis oleh WNA Rusia di Bali. Penangkapan berlangsung dramatis setelah aksi kejar-kejaran.
Retro Groove 2026 di Sleman hadirkan lagu 80-an dan aksi sosial. Kaset 80an jadi jembatan nostalgia lintas generasi.