Ini Perbedaan Panic Attack dan Anxiety, Jangan Disamakan

Maharani Dwi Puspita Sari
Maharani Dwi Puspita Sari Jum'at, 07 Juni 2024 15:37 WIB
Ini Perbedaan Panic Attack dan Anxiety, Jangan Disamakan

Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Panic attack dan anxiety merupakan suatu gangguan kesehatan mental yang terjadi pada manusia. Sering kali, orang menganggap panic attack dan anxiety adalah hal yang sama, padahal kondisi ini jauh berbeda.

Panic attack merupakan gangguan kesehatan mental, yang melibatkan rasa takut secara intens. Kondisi ini dapat terjadi disertai dengan gejala fisik yang sangat menantang seperti detak jantung yang kencang, sesak napas, atau mual.

Sementara itu, anxiety merupakan bagian dari respons emosional dan protektif yang tertanam dalam tubuh manusia. Anxiety disebut sebagai gangguan kecemasan yang dapat terjadi dalam waktu yang lama, berlebihan, dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari verywellmind.com, perbedaan antara panic attack dan anxiety dibedakan dalam hal intensitas gejala dan lamanya gejala utama tersebut terjadi.

Panic attack dapat memuncak dalam waktu 10 menit, sementara anxiety dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Berikut perbedaan antara panic attack dengan anxiety:

Panic attack

Panic attack dapat terjadi secara intens dan melibatkan gejala fisik serta mental bagi para penderitanya. Gejala tersebut meliputi gejala mental dan fisik yang terlihat oleh mata manusia.

Gejala mental:

- Perasaan tidak nyata

- Merasa terpisah dari diri sendiri

- Takut kehilangan kendali atau menjadi gila

- Takut mati

Gejala fisik:

- Nyeri dada

- Menggigil

- Keringat berlebihan

- Perasaan tersedak

- Merasa pusing, tidak stabil, pusing, atau pingsan

- Jantung berdebar-debar, jantung berdebar-debar, atau detak jantung yang dipercepat

- Mual atau sakit perut

Gejala tersebut dapat terjadi ketika seseorang tampak merasa takut dan enggan untuk bertemu banyak orang. Penderita panic attack selalu merasa takut dan tidak dapat melakukan banyak aktivitas di ruangan terbuka.

BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Keluarkan Surat Edaran soal Study Tour, Simak Ketentuannya!

Anxiety

Anxiety terjadi dalam waktu yang tidak menentu dan berlangsung lama. Penderita anxiety ingin memproteksi dirinya dengan baik, untuk menghindari hal yang bersifat problematik dan mengganggu kecemasan seseorang. Gejala yang dapat terjadi pada penderita anxiety adalah:

Gejala mental:

- Kesulitan untuk berkonsentrasi

- Mudah marah

- Perasaan gelisah

Gejala fisik:

- Gangguan tidur

- Pusing

- Kelelahan

- Peningkatan denyut jantung

- Peningkatan respons yang mengejutkan

- Ketegangan otot

Gejala yang dirasakan oleh penderita anxiety melibatkan respons lelah dan mengejutkan pada tubuh. Hal ini yang membuat para penderita terlihat canggung dan gelisah setiap saat. Cara yang tepat untuk menghindari panic attack dan anxiety dalam diri adalah dengan mengikuti kegiatan psikologis. Anda dapat melakukan konsultasi kepada psikolog dan psikiater, untuk mendapatkan rekomendasi pengobatan yang cocok serta ampuh mengatasi kedua hal tersebut.

Kesimpulannya, perbedaan antara panic attack dan anxiety terletak pada lamanya waktu, hingga gejala fisik yang dirasakan. Orang yang mengalami panic attack akan merespon secara langsung dan terlihat dari gejala fisik yang tidak biasa. Anxiety akan memperlihatkan gejala yang dapat dirasakan oleh banyak orang, dan terjadi dalam waktu yang cukup lama.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online