Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Ilustrasi perempuan tidak bahagia - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Praktisi kesehatan masyarakat Ngabila Salama membagikan sejumlah kiat untuk menjaga pola pikir seseorang tetap positif dan terhindar dari stres, memikirkan sesuatu secara berlebihan (overthinking) dan perasaan tidak bahagia.
“Langkah pertama yang bisa anda lakukan adalah latih kesadaran penuh (mindfulness),” kata Ngabila di Jakarta, Senin.
Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Tamansari itu menuturkan dengan melatih kesadaran penuhnya, seseorang dapat fokus pada hal-hal yang dikerjakan atau momen saat ini. Misalnya seperti latihan meditasi atau pernapasan dalam beberapa menit setiap hari.
Teknik tersebut dapat melatih untuk lebih sadar pada pikiran dan perasaan yang muncul, sehingga tidak mudah terjebak dalam pikiran berlebihan.
Langkah kedua yakni membatasi pikiran negatif. Ngabila menjelaskan ketika seseorang mulai memikirkan sesuatu secara berlebihan, kita dapat menyadari pikiran tersebut sambil mengajak diri untuk melihat permasalahan dari sisi positif.
“Tanyakan pada diri sendiri, apakah pikiran ini benar dan apakah ada cara yang lebih positif atau realistis untuk melihat situasi ini. Menggantikan pikiran negatif dengan yang lebih konstruktif bisa mengurangi stres,” katanya.
Usai menata perasaan dan pikiran, hal selanjutnya yang bisa dilakukan adalah menjaga aktivitas fisik. Berolahraga dapat membantu mengurangi hormon stres dan meningkatkan hormon kebahagiaan seperti endorfin.
Meski hanya melakukan jalan santai, Ngabila mengatakan aktivitas tersebut tetap membantu meredakan kecemasan dan membuat merasa lebih baik.
Jika pikiran masih terasa penuh, Ngabila menganjurkan untuk menulis sebuah jurnal. Tuliskan apa saja yang sedang ada di dalam pikiran agar perasaan dapat keluar dan melihat situasi jadi lebih jelas.
“Jurnal juga bisa menjadi alat yang bermanfaat untuk melihat pola overthinking. Kemudian fokus pada hal-hal yang bisa dikontrol. Banyak hal yang membuat kita overthinking adalah hal-hal yang di luar kendali. Fokuskan energi kita pada hal-hal yang bisa kita ubah dan kendalikan. Ini membantu merasa lebih memiliki kendali atas hidup,” ucapnya.
Supaya hidup semakin positif, berterima kasih pada diri sendiri dengan melakukan latihan sederhana seperti menuliskan hal-hal yang disyukuri dapat membantu meningkatkan kebahagiaan.
Hal ini akan membantu diri jadi fokus pada hal-hal kecil yang positif setiap hari dan membantu otak lebih terbiasa melihat hal baik daripada yang negatif.
Cara terakhir yaitu dengan berhubungan dengan orang terdekat seperti keluarga dan teman untuk berbagi perasaan dan pikiran. Berbicara tentang perasaan pada orang-orang terdekat akan membantu melihat situasi dari sudut pandang lain dan meredakan kecemasan.
“Ingat, kebahagiaan adalah proses yang melibatkan kebiasaan sehari-hari, dan mengurangi overthinking adalah perjalanan yang membutuhkan waktu dan latihan,” kata Ngabila.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.