4 Negara Ini Bisa Dikunjungi WNI Tanpa Visa pada 2026
WNI bisa mengunjungi sejumlah negara Eropa tanpa visa pada 2026. Cek daftar Serbia, Belarus, Ukraina, dan Turki beserta batas masa tinggalnya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Metode wawancara diagnostik yang umum digunakan untuk mendiagnosis gangguan kesehatan mental dan gangguan penggunaan zat dinilai masih memiliki tingkat keandalan yang bervariasi.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam penelitian terbaru di jurnal JAMA Network Open yang meninjau berbagai studi mengenai stabilitas hasil diagnosis atau test-retest reliability dalam kurun Februari 2024 hingga September 2025.
Profesor Psikiatri McMaster University, Kanada, Laura Duncan, yang menjadi salah satu penulis penelitian, mengatakan wawancara diagnostik selama ini sering dianggap sebagai standar utama dalam proses penilaian gangguan mental, baik di praktik klinis maupun penelitian.
Namun, hasil kajian menunjukkan metode tersebut belum dapat memberikan tingkat validitas dan keandalan yang sangat tinggi untuk seluruh jenis gangguan.
“Wawancara ini belum mampu memberikan tolok ukur definitif yang menunjukkan validitas dan keandalan yang sangat baik,” ujar Duncan.
Penelitian menemukan tingkat konsistensi diagnosis cenderung lebih tinggi pada gangguan penggunaan zat dibandingkan sejumlah gangguan mental lainnya.
Gangguan penggunaan opioid tercatat memiliki tingkat keandalan tertinggi dalam kajian tersebut. Menurut Duncan, hal ini kemungkinan karena penilaian gangguan penggunaan zat lebih banyak didasarkan pada perilaku yang konkret dan mudah diingat pasien.
Sebaliknya, kondisi seperti depresi atau kecemasan sering kali bergantung pada penilaian subjektif mengenai suasana hati dan pengalaman emosional yang dapat berubah dari waktu ke waktu.
Kajian tersebut juga memunculkan perdebatan di kalangan akademisi. Profesor Psikiatri Columbia University, Michael First, mengkritik penelitian karena tidak menjelaskan secara rinci instrumen wawancara mana yang memiliki tingkat keandalan paling tinggi.
First merupakan salah satu perancang Structured Clinical Interview for DSM-5 (SCID), salah satu instrumen yang banyak digunakan dalam diagnosis kesehatan mental.
Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara wawancara terstruktur penuh dan wawancara semi-terstruktur yang semestinya dianalisis secara terpisah.
Pada wawancara terstruktur penuh, pewawancara harus mengikuti daftar pertanyaan yang telah ditetapkan tanpa banyak improvisasi. Pendekatan ini cenderung menghasilkan jawaban yang lebih konsisten ketika wawancara diulang.
Sementara itu, wawancara semi-terstruktur memberi ruang bagi klinisi untuk menggali informasi lebih lanjut melalui pertanyaan lanjutan yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Metode semi-terstruktur dinilai dapat menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap kondisi pasien, meskipun tingkat konsistensinya dapat berbeda antar sesi wawancara.
Meski demikian, First mengakui belum ada metode diagnosis kesehatan mental yang benar-benar sempurna.
Selama beberapa dekade terakhir, para peneliti terus berupaya mengembangkan alat diagnosis yang lebih objektif, termasuk melalui biomarker atau tes laboratorium yang dapat membantu mengidentifikasi gangguan mental secara lebih akurat.
Di sisi lain, Duncan menilai masa depan diagnosis kesehatan mental kemungkinan akan bergerak ke arah pendekatan berbasis spektrum gejala. Dalam model ini, kondisi kesehatan mental tidak lagi dipandang sebagai kategori yang kaku, melainkan sebagai rangkaian gejala dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda pada setiap individu.
Pendekatan tersebut dinilai dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi pasien dibandingkan sistem diagnosis yang hanya berfokus pada kategori tertentu.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wawancara diagnostik masih menjadi alat utama dalam praktik kesehatan mental saat ini. Namun, para ahli menilai metode tersebut perlu terus disempurnakan dan didukung dengan instrumen penilaian lain untuk meningkatkan akurasi diagnosis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WNI bisa mengunjungi sejumlah negara Eropa tanpa visa pada 2026. Cek daftar Serbia, Belarus, Ukraina, dan Turki beserta batas masa tinggalnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 18 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja mulai pukul 05.00 hingga malam.
Dua atlet menembak dan dua pelatih asal Gunungkidul siap bertanding di Asian Games Jepang. Pemkab janjikan penghargaan bagi yang berprestasi.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
PSEL Bogor Raya 1 senilai sekitar Rp2,8 triliun diminta akuntabel dan diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.
Badan Gizi Nasional terima anggaran indikatif Rp240,20 triliun untuk 2027. Sebanyak 97 persen dialokasikan langsung untuk program Makan Bergizi Gratis.