Riset BRIN: Dapur Makan Bergizi Gratis Masih Menumpuk di Jawa
BRIN menemukan dapur Makan Bergizi Gratis masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara daerah dengan stunting dan kemiskinan tinggi justru minim fasilitas.
Ilustrasi talenan/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Talenan plastik lebih baik dibandingkan talenan kayu saat digunakan untuk memotong makanan mentah, terutama karena talenan tersebut dapat dibersihkan dalam mesin pencuci piring pada suhu tinggi, menurut para ahli Jerman.
Bakteri-bakteri yang terbunuh itu berpotensi menyebabkan penyakit, ujar German Federal Institute for Risk Assessment (BfR), yang memiliki cakupan tugas termasuk keamanan pangan, menurut laporan DPA yang dilansir Rabu (14/11/2018).
Konsumen mesti memastikan bahwa talenan itu halus, dan tidak memiliki goresan, di mana bakteri dapat berkumpul dan berkembang biak.
Talenan yang sudah tergores, saran dari BfR, mesti diganti.
Selain itu, makanan mentah dan sudah matang seharusnya tidak dipotong pada talenan yang sama, kecuali bila talenan sudah dibersihkan secara menyeluruh di sela penggunaannya.
Idealnya, daging dan unggas harus disiapkan di talenan yang berbeda dari talenan yang Anda gunakan untuk memotong buah dan sayuran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia/Antara
BRIN menemukan dapur Makan Bergizi Gratis masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara daerah dengan stunting dan kemiskinan tinggi justru minim fasilitas.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan cuaca DIY Kamis 25 Juni 2026 didominasi cerah hingga cerah berawan, dengan potensi kabut di sejumlah wilayah perbukitan.
PLTMH Kedungrong di Samigaluh membuat warga tetap menikmati listrik saat pemadaman PLN. Biaya murah dan mampu melayani 50 KK.
Kompor Tuwanggana di Giwangan mengubah limbah ranting menjadi energi alternatif sekaligus solusi pengelolaan sampah organik perkotaan.
Kuota transmigrasi Bantul 2026 turun drastis. Dari tiga KK pada tahun lalu, kini hanya satu KK yang mendapat kesempatan berangkat.