Laporan Dugaan Pelanggaran Hakim ke KY Naik pada Semester I 2026
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Mus Mulyadi (tengah) bersama istri (kanan). /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA--Kabar duka datang dari dunia hiburan. Maestro keroncong tanah air, Mus Mulyadi meninggal dunia.
Meski diabetes telah membutakan matanya, namun semangat Mus Mulyadi untuk menyanyi masih begitu besar. Buktinya, sehari sebelum meninggal, maestro kerongcong yang meninggal di usia 73 tahun itu masih ingin nyanyi di luar kota.
Hal itu disampaikan istri Mus Mulyadi, Helen Sparingga bersama anak keduanya, Erick, saat memberikan pernyataan di rumah duka Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Kamis (11/4/2019).
"Sebelumnya masih bisa ngomong. Kalau sudah sehat mau nyanyi ke Jogja, Bandung. Karena memang masih banyak tawaran menyanyi pelayanan maupun pesta ulang tahun dan show. Semangatnya masih besar," ujar Helen Sparingga.
Menurut Erick, Mus Mulyadi dilarikan ke rumah sakit karena gula darahnya tinggi mencapai 600. Hal itu membuat Mus lemas. Namun sehari dirawat di rumah sakit kondisinya membaik.
"Masuk ke rumah sakit kanrena lemas. Terus pindah ke kamar yang bagus, terus enak, bagus semua. liver bagus, jantung bagus semua bagus. Gulannya dari 600 sampai 158. Jadi ya memang sudah waktunya," sambung Helen.
Meski sedih, Helen mengaku ikhlas ditinggal suami tercinta. "Dia sebenarnya belum mau ninggalin kami, tapi Tuhan sudah kasih jalan dia ke surga. Saya rela, ikhlas, Mas Mus sudah tahu jalannya ke surga," tutur Helen Sparingga.
Mus Mulyadi merupakan seorang maestro keroncong Indonesia kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 14 Agustus 1945. Ia telah menghasilkan puluhan hits dan beberapa kali membintangi film layar lebar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.