Harga BBM Non Subsidi Pertamina Resmi Naik per 2 Agustus 2024, Berikut Rinciannya!
Kenaikan harga terjadi untuk produk Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Petugas medis memberikan imunisasi difteri kepada murid Sekolah Dasar (SD)./Antara
Bisnis.com, JAKARTA - Masuk tahun 2019, World Health Organisation (WHO) merilis daftar tahunan ancaman kesehatan global terbesar pada tahun ini.
Terdapat 10 isu ancaman yang perlu diwaspadai, mulai dari penyakit kanker, diabetes, hingga polusi udara. Berikut 10 ancaman kesehatan global terbesar pada 2019 menurut WHO, seperti dikutip dari Times of India:
1. Gerakan Menolak Vaksin
Vaksinasi menjadi perdebatan besar di antara orang-orang. Terdapat indikasi yang menunjukkan adanya keengganan terhadap vaksinasi, yang dikenal sebagai anti-vaxxing. Ini membuat jutaan orang dalam bahaya dan juga menjadi kemunduran bagi upaya dalam menanggulangi penyakit-penyakit krusial. Kemunduran vaksinasi ini terlihat dalam penelitian yang dilakukan oleh WHO, yang menunjukkan risiko campak meningkat lebih dari 30% pada 2018 secara global.
2. Resistensi Obat
Penggunaan antibiotik yang berlebihan telah membuat banyak virus dan bakteri kebal terhadapnya, sehingga meningkatkan kemungkinan infeksi dan penyakit seperti tuberkulosis (TB). Dengan meningkatkan kesadaran dan menganjurkan penggunaan obat yang tepat, masalah ini dapat dihindari di masa depan dan membantu dalam rencana perawatan yang lebih baik.
3. Polusi Udara
Anda mungkin tidak merasakannya, tetapi udara di sekitar tempat Anda bernapas sangat beracun. Micropollutant dan kuman di udara dapat masuk ke sistem dan menyebabkan kerusakan pada paru-paru, dada, otak dan sistem kekebalan tubuh.
4.Perubahan Iklim
Perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga darurat medis yang kita semua hadapi. Kekeringan, gelombang panas, banjir, dan bencana semacam itu menambah pandemi dan membuat orang, terutama mereka yang memiliki masalah kardiovaskular, diabetes, dan pernapasan lebih rentan terhadap penyakit. Kondisi iklim juga berdampak pada makanan yang Anda makan, jadi, ini memiliki efek spiral pada kesehatan Anda.
5. Pandemi Flu
Seiring virus penyebab flu dan infeksi terkait flu semakin kuat dan tahan terhadap pengobatan, menjadi lebih sulit untuk mengobati penyakit tepat waktu. Penyebaran penyakit juga menjadi lebih mudah sejak virus berpindah antar pembawa melalui udara. Menurut temuan WHO, dunia sedang menghadapi pandemi serupa influenza, yang hanya akan bertambah parah dari sebelumnya.
6. Ebola
Ebola, penyakit menular yang menyebar melalui kontak, masih tetap menjadi penyakit serius yang terus meningkat. Dengan akses terbatas ke layanan kesehatan yang baik, virus Ebola semakin sulit untuk dibendung dan menyebar secara luas. Infeksi meningkat di daerah padat penduduk di mana sekitar 1 juta orang dirawat. Dengan demikian, kesiapan dan kesadaran yang lebih baik diperlukan untuk memberantas Ebola. Jika tidak ditangani tepat waktu, dunia bisa menghadapi jutaan kematian
7. Penyakit Tidak Menular
Komplikasi terkait kanker, diabetes, dan penyakit jantung merupakan penyakit tidak menular yang diam-diam mematikan dan terus meningkat. Selama bertahun-tahun, angka kematian untuk penyakit akibat gaya hidup ini terus meningkat. Menurut WHO, 15 juta orang berusia antara 25-40 kehilangan nyawa karena penyakit tersebut. Membuat pilihan yang lebih sehat, perubahan gaya hidup, dan perubahan pola makan dapat membantu mengurangi penyebaran.
8. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Demam berdarah masih terus meningkat. Virus dengue semakin kuat dan sekarang penyebarannya tak hanya di musim hujan dan mulai ke iklim yang lebih kering.
9. HIV
Menurut WHO, lebih dari 27 juta orang di dunia terinfeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus). Ini menyumbang persentase tinggi wanita berusia antara 15-24 di dunia.
10. Layanan kesehatan yang lemah
Menurut angka WHO, terdapat persentase populasi yang memiliki akses sangat terbatas atau tidak memiliki akses sama sekali ke layanan kesehatan primer dan klinik dan ini menempatkan mereka dalam bahaya besar. Tanpa akses tepat waktu, statistik kematian hanya akan semakin meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kenaikan harga terjadi untuk produk Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Juventus terancam gagal lolos ke Liga Champions usai kalah 0-2 dari Fiorentina dan turun ke posisi keenam klasemen Serie A.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat