China Luncurkan Shenzhou-23, Astronot Disiapkan Setahun di Orbit
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.
Ilustrasi botol minuman/Reuters
Harianjogja.com, RIO DE JANEIRO—c
Kapan terakhir kali Anda mencuci botol minum Anda? Mungkin segera dilakukan sekarang juga: sebuah penelitian terbaru dari Brazil menunjukkan shaker bottle yang dapat digunakan lagi (dan botol minum) mungkin lebih dari dari jumlah kotoran yang Anda perkirakan.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti meminta 30 peserta olahraga untuk menyerahkan shaker bottle mereka untuk pengujian, dan membandingkan hasilnya dengan 30, yang tidak digunakan (bebas zat pencemar). Mereka menemukan kontaminasi bakteri pada 83 persen botol plastik bekas, sebagaimana dilansir Runners World, belum lama ini.
Yang paling umum adalah Staphylococcus aureus (ditemukan pada 27% botol) dan E. coli (ditemukan pada 17%).
“Kami menguji dalam skenario yang nyata, secara mengejutkan, meminta (botol) orang-orang di tempat olahraga pada hari-hari tertentu. Kami lakukan untuk menghindari dari pembersihan berlebihan yang disengaja,” ujar penulis penelitian Gilmar Weber Senna, Ph.D., profesor di Federal University of State of Rio de Janeiro kepada Runner’s World.
Sekarang, sementara temuan yang terdengar kotor, mereka sepenuhnya tidak terduga, ujar Philip Tierno, Ph.D., profesor mikrobiologi dan patologi di NYU School of Medicine. Untuk satu, bakteri staph hadir dalam hidung sekitar 30 persen orang, dan umumnya tidak menyebabkan kerusakan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Demikian pula, E. coli hadir dalam saluran sistem pencernaan yang sehat, tetapi jenis tertentu dapat menyebabkan penyakit diare.
Jadi seberapa besar kemungkinan botol minum membuat Anda sakit? Menurut Tierno, itu bergantung pada beberapa faktor: jumlah dan jenis bakteri yang ada, dan sistem kekebalan tubuh seseorang.
Menurut Tierno, bakteri berasal dari kontaminasi selama penanganannya. Banyak orang hanya mengisi botol, bakteri dapat berpindah melalui kontak tidak langsung. Jika Anda tidak mencuci tangan setelah dari toilet atau menyentuh wajah Anda, misalnya, Anda menyebarkan kuman ke botol.
“Cuci tangan selama 20 detik. Taruh sabun di bagian atas dan bawah tangan dan di antara sela-sela jari dan buku-buku kuku. Kemudian, basuh tangan seperti mencakar di tengah telapak tangan dengan arah berlawanan ke arah buku-buku kuku sembari menyanyikan lagu ‘Happy Birthday’ dua kali untuk mencuci tangan dengan baik,” ujar Teirno.
Ia menyarankan agar orang menggunakan botol baja, logam, atau gelas jika memungkinkan, karena bakteri lebih mudah menempel pada plastik dan permukaan yang lebih kasar. Permukaan baja, logam, kaca yang lebih halus lebih mudah dibersihkan dan mencegah terbentuknya biofilm (tempat bakteri bisa tumbuh).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.749 per dolar AS. Simak penyebab, sentimen global, dan proyeksi pergerakan kurs terbaru.
Harga emas 26 Mei 2026: UBS dan Galeri24 naik, Antam turun ke Rp2,798 juta per gram. Simak daftar lengkapnya di sini.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.