Menkeu: APBN 2025 Efisien, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
Ilustrasi anak obesitas/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Agar tetap subur, dalam arti kualitas sperma dan sel telur Anda tetap bagus dan mudah mendapatkan keturunan, tentu saja kesehatan harus dijaga. Tak sekadar sehat, berat badan Anda pun harus stabil, cegah jangan sampai kegemukan alias obesitas.
Spesialis obstetri dan ginekologi dari Perhimpunan Fertilisasi In Vitro (PERFITRI), Prof. Dr.dr. Budi Wiweko, Sp.OG (K), MPH, menyarankan agar menghindari obesitas atau kegemukan serta menghindari diet tinggi lemak.
"Obesitas menganggu pematangan sel, diet tinggi lemak, diet indeks glikemik tinggi itu menganggu kesuburan. Yang bagus itu low glikemik indeks, tinggi protein, low karbohidrat, bukan berarti diet keto. Itu memperbaiki kualitas sel telur," kata Budi di Jakarta belum lama ini.
Selain itu, hindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol karena bisa merusak sperma dan sel telur.
"Penggunaan psikotropika juga sebaiknya dihindari. Vaksin MR sebenarnya untuk fertilitas, papsmear teratur, vaksin HPV itu perilaku hidup sehat untuk mendukung kesuburan," tutur Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
Sri Sultan HB X membuka INACRAFT Festival 2026 di JEC. Festival ini diharapkan memperluas pasar global kerajinan Jogja dan Indonesia.
Truk bermuatan semen terguling di Ring Road Selatan Bantul usai diduga gagal menyalip. Arus lalu lintas sempat terganggu sebelum kembali normal.
Presiden Prabowo memanggil Jaksa Agung, Kapolri, dan Menhan untuk menerima laporan serta menjaga stabilitas di tengah perkembangan kasus hukum.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 pada klaster Ekonomi Berkelanjutan dan Kebudayaan
Pakar UMY menegaskan PPN 11% Strava bukan pajak olahraga, melainkan dikenakan pada layanan premium aplikasi digital berbayar.