Ada Pelantikan Presiden di Jakarta, Konser K-Pop Batal
Follow Gyeonggi K-Culture Festa 2019 dibatalkan. Sedianya, acara tersebut diselenggarakan pada 1920 Oktober 2019 di Istora Senayan Jakarta.
Berpelukan/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA – Tahukah Anda bahwa berpelukan ternyata tidak hanya diterjemahkan sebagai ungkapan kasih sayang yang hangat? Rupanya masih banyak manfaat lain yang didatangkan dari dipeluk dan memeluk.
Berpelukan bermanfaat untuk kesehatan fisik maupun psikologis seseorang. Menurut laporan Psychologytoday.com, berikut ini tiga manfaat penting dari berpelukan.
Hidup bisa saja terasa sulit dan penuh tekanan sehingga memicu penyakit fisik juga seperti sakit kepada dan flu. Namun, ternyata menerima pelukan dari orang yang terkasih dapat menolong kita dalam menghadapi masa-masa stres. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa sentuhan fisik yang menunjukkan kepedulian seperti pelukan dapat menjadi penghilang stres yang hebat.
Nah, apakah pelukan juga bisa menyembuhkan atau mengurangi risiko penyakit fisik? Mungkin saja! Sebuah penelitian pada 2015 dalam jurnal Psychological Science, mengungkap hubungan pelukan dan dukungan sosial terhadap kemungkinan sakit pada 404 relawan di sarah Pittsburgh, California, AS.
Penelitiannya dilakukan dengan cara menanyakan pada relawan selama 14 hari berturut-turut, apakah mereka menerima pelukan atau tidak setiap hari. Rata-rata peserta yang menerima pelukan merasa seperti menerima dukungan sosial yang lebih besar.
Penelitian kemudian berlanjut dengan mengkarantina para relawan tersebut pada sebuah ruangan. Para peneliti kemudian memberi mereka tetes hidung yang mengandung virus flu biasanya. Secara keseluruhan 78% peserta terinfeksi virus.
Nah, menariknya, ternyata seberapa sering mereka dipeluk mempengaruhi risiko infeksi. Relawan yang sering dipeluk menunjukkan gejala yang tidak begitu parah dari biasanya, misalnya walau flu, hidung mereka tidak mampet.
Salah satu faktor risiko utama penyakit jantung adalah tekanan darah tinggi dan ternyata salah satu cara untuk mengurangi tekanan darah tinggi adalah dengan berpelukan. Ide ini berdasar pada sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Biologycal Psychology pada 2005.
Dalam penelitian ini 58 perempuan berusia 20-49 tahun diundang ke laboratorium bersama pasangannya. Setelah tiba, mereka dipisahkan dengan pasangan mereka selama 30 menit, dan disatukan kembali setelah 10 menit.
Selama periode ini, pasangan-pasangan itu duduk di kursi yang empuk dan didorong untuk berpegangan tangan, serta diinstruksikan untuk berpelukan selama 20 detik. Setelah itu, pasangan pria diminta untuk meninggalkan ruangan dan para perempuan berpartisipasi dalam tes stres yang membuat mereka harus menceritakan hal-hal yang membuatnya stres.
Sebelum, selama, dan setelah tes stres ini, dilakukan pengukuran oksitosin dan tekanan darah pada para perempuan tersebut. Mereka juga ditanyai mengenai frekuensi berpelukan dengan pasangannya. Hasilnya, mereka yang sering memeluk pasangan ternyata memiliki kadar oksitosin yang lebih tinggi dan tekanan darah yang lebih rendah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa berpelukan mendukung kesehatan Anda dan pasangan.
Banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang membuat kita dongkol atau perasaan kita tidak menentu. Nah, salah satu obat mujarab untuk mengatasi itu adalah berpelukan.
Dalam penelitian terbaru 2018 oleh Murphy dan kawan-kawan ditemukan bahwa pelukan dapat mengurangi perasaan tidak menentu pada hari yang buruk, seperti sehabis bertengkar dengan pasangan misalnya.
Menariknya, penelitian menyebutkan bahwa ketika seseorang menemukan pelukan pada hari yang sama ketika dia mengalami konflik, perubahan suasana hati menjadi lebih baik dapat terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia/psychologytoday.com
Follow Gyeonggi K-Culture Festa 2019 dibatalkan. Sedianya, acara tersebut diselenggarakan pada 1920 Oktober 2019 di Istora Senayan Jakarta.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.