BNPB: 1,18 Juta Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Klaten
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Ilustrasi ponsel pintar/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Anda dan ponsel ibarat sayur tanpa garam, hambar. Hidup hampa tanpa ponsel di tangan? Ada alasan di balik kebiasaan itu. Ini alasannya seperti dikutip dari YourTango belum lama ini.
Berdasarkan jajak pendapat Gallup pada Juli 2015, menemukan bahwa orang dewasa sering memeriksa ponsel cerdasnya beberapa kali dalam satu jam (41%) atau setiap beberapa menit (11%).
Ketika mereka memeriksa pemilik smartphone berusia 18 hingga 29 tahun, angka-angka itu meningkat menjadi 51% dengan pengecekan beberapa kali dalam satu jam dan 22% memeriksa setiap beberapa menit.
Hal itu terjadi karena lonjakan pemakaian media sosial seperti Instagram dan Snapchat pada 2016 dan 2017 yang sering dibuka beberapa menit sekali.
Nyatanya, baik remaja maupun orang dewasa sering main ponselnya sambil menunduk menatap layar, tidak mengherankan bila mereka jadi lupa dengan sekitarnya, termasuk orang-orang dan kewajiban. Menurut Gallup, tren teknologi membutuhkan waktu yang lama agar terkenal.
Menurutnya jika seseorang melirik ponselnya, perasaan orang akan terbagi jadi dua proses, yaitu senang dan puas melihat sesuatu diposting dari media sosial atau nonton video, ini menandakan gejala kecanduan. Sebagian orang akan merasa lega karena tidak ketinggalan postingan atau komentar baru, berarti orang itu terkena tanda obsesi potensial.
Terlepas dari itu, peneliti menemukan temuan jika kita sering menggunakan handphone agar tidak berinteraksi dengan orang sekitarnya, itu bisa jadi syarat terbentuknya fobia atau kecemasan sosial, meskipun penelitian itu masih terbagi.
Bahkan, ia juga berpendapat kalau kebanyakan orang termotivasi untuk mengecek gadgetnya didasari oleh rasa jenuh, sedikit kecemasan sosial, dan kesenangan.
Oleh sebab itu, ia sering memperhatikan orang yang ditemuinya akan tersenyum ketika melihat ponselnya dapat balasan pesan, atau sebagian lain tidak berekspresi karena perasaan lega.
Ia juga percaya kalau banyak kalangan tua dan muda sering memegang ponsel ketika sedang jalan, berdiri di sebuh restoran, atau duduk di taman akan membuka ponselnya. Entah itu sekadar melihat foto atau iseng main ponsel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Sri Sultan HB X membuka INACRAFT Festival 2026 di JEC. Festival ini diharapkan memperluas pasar global kerajinan Jogja dan Indonesia.
Truk bermuatan semen terguling di Ring Road Selatan Bantul usai diduga gagal menyalip. Arus lalu lintas sempat terganggu sebelum kembali normal.
Presiden Prabowo memanggil Jaksa Agung, Kapolri, dan Menhan untuk menerima laporan serta menjaga stabilitas di tengah perkembangan kasus hukum.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 pada klaster Ekonomi Berkelanjutan dan Kebudayaan
Pakar UMY menegaskan PPN 11% Strava bukan pajak olahraga, melainkan dikenakan pada layanan premium aplikasi digital berbayar.