Bambang Tewas dan Faturrohman Dianiaya saat Demo 27 Agustus, Ini Kata Yusril
Yusril meminta warga tak terprovokasi kasus Bambang dan Faturrohman yang menjadi korban kekerasan usai demo 27 Agustus.
Ilustrasi ponsel pintar/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Anda dan ponsel ibarat sayur tanpa garam, hambar. Hidup hampa tanpa ponsel di tangan? Ada alasan di balik kebiasaan itu. Ini alasannya seperti dikutip dari YourTango belum lama ini.
Berdasarkan jajak pendapat Gallup pada Juli 2015, menemukan bahwa orang dewasa sering memeriksa ponsel cerdasnya beberapa kali dalam satu jam (41%) atau setiap beberapa menit (11%).
Ketika mereka memeriksa pemilik smartphone berusia 18 hingga 29 tahun, angka-angka itu meningkat menjadi 51% dengan pengecekan beberapa kali dalam satu jam dan 22% memeriksa setiap beberapa menit.
Hal itu terjadi karena lonjakan pemakaian media sosial seperti Instagram dan Snapchat pada 2016 dan 2017 yang sering dibuka beberapa menit sekali.
Nyatanya, baik remaja maupun orang dewasa sering main ponselnya sambil menunduk menatap layar, tidak mengherankan bila mereka jadi lupa dengan sekitarnya, termasuk orang-orang dan kewajiban. Menurut Gallup, tren teknologi membutuhkan waktu yang lama agar terkenal.
Menurutnya jika seseorang melirik ponselnya, perasaan orang akan terbagi jadi dua proses, yaitu senang dan puas melihat sesuatu diposting dari media sosial atau nonton video, ini menandakan gejala kecanduan. Sebagian orang akan merasa lega karena tidak ketinggalan postingan atau komentar baru, berarti orang itu terkena tanda obsesi potensial.
Terlepas dari itu, peneliti menemukan temuan jika kita sering menggunakan handphone agar tidak berinteraksi dengan orang sekitarnya, itu bisa jadi syarat terbentuknya fobia atau kecemasan sosial, meskipun penelitian itu masih terbagi.
Bahkan, ia juga berpendapat kalau kebanyakan orang termotivasi untuk mengecek gadgetnya didasari oleh rasa jenuh, sedikit kecemasan sosial, dan kesenangan.
Oleh sebab itu, ia sering memperhatikan orang yang ditemuinya akan tersenyum ketika melihat ponselnya dapat balasan pesan, atau sebagian lain tidak berekspresi karena perasaan lega.
Ia juga percaya kalau banyak kalangan tua dan muda sering memegang ponsel ketika sedang jalan, berdiri di sebuh restoran, atau duduk di taman akan membuka ponselnya. Entah itu sekadar melihat foto atau iseng main ponsel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Yusril meminta warga tak terprovokasi kasus Bambang dan Faturrohman yang menjadi korban kekerasan usai demo 27 Agustus.
Pengungsi gempa NTT berkurang 4.142 orang menjadi 188.161 orang. BNPB mencatat 111 meninggal dan 95.567 rumah rusak.
MER-C Yogyakarta meresmikan gedung sekretariat baru di Sleman untuk memperkuat kegiatan kemanusiaan dan layanan kesehatan masyarakat.
Ruwatan 13 anak bajang dalam Dieng Culture Festival 2026 diwarnai kisah Laira dan permintaan unik anak-anak berambut gimbal di Dieng.
Retribusi Pantai Glagah segera diuji coba secara digital. Wisatawan bisa membayar dengan QRIS, kartu debit, kartu kredit, dan e-money.
Empat chef jaringan Accor berkolaborasi menghadirkan A Taste of Java di The Phoenix Hotel Jogja pada 29–30 Agustus 2026.