Sandiaga: Desa Wisata Bakal Jadi Winner
Kunjungan di Desa-desa Wisata naik sebesar 30 persen pada masa pandemi di saat sektor pariwisata lainnya mengalami kontraksi.
Dokter/Ilustrasi
Harianjogja.com, JAKARTA -- Deteksi dini berbagai penyakit dan kelainan di dalam tubuh secara akurat sangat penting dilakukan untuk menghindari adanya kesalahan diagnosis. Maklum, jumlah penderita penyakit tidak menular di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018), prevalensi penyakit tidak menular mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan 2013. Adapun prevalensi kanker naik dari 1,4% menjadi 1,8% begitupun dengan penderita penyakit strok yang meningkat dari 7% menjadi 10,9%.
Sementara itu, pederita penyakit ginjal kronik mengalami kenaikan dari 2% menjadi 3,8%, serta penderita hipertensi yang melonjak dari 25,8% menjadi 34,1%.
Salah satu alat penunjang kesehatan yang biasanya digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit terutama penyakit tidak menular, secara detail dan akurat adalah teknologi computed tomography scan (CT Scan)
Melalui teknologi tersebut, dokter dapat mendeteksi penyakit dan kelainan yang ada dalam diri pasien sedini mungkin, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat sedari awal sehingga mencegah berkembangnya penyakit ke arah yang lebih serius.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Pusat (PDSRI) Vonny N. Tubagus mengatakan CT Scan pertama kali diperkenalkan sebagai alat diagnosis pada 1970. Mulanya mesin tersebut hanya dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit di bagian kepala.
Namun seiring berkembangnya teknologi, CT Scan pun dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi berbagai macam kelainan atau penyakit yang ada di seluruh bagian tubuh manusia dari kepala hingga kaki, bahkan hingga benjolan terkecil sekalipun.
“CT Scan ini merupakan salah satu alat pemeriksaan radiografi atau pencitraan medis dengan teknologi canggih yang menggunakan sinar X sekaligus komputer untuk mendapatkan gambaran keseluruhan organ dalam tubuh manusia,” ujarnya.
Menurutnya, teknologi ini juga sangat bermanfaat dalam keadaan darurat ketika korban tidak sadarkan diri membutuhkan penanganan secepatnya sehingga dapat terselamatkan misalnya korban kecelakaan lalu lintas maupun pasien strok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kunjungan di Desa-desa Wisata naik sebesar 30 persen pada masa pandemi di saat sektor pariwisata lainnya mengalami kontraksi.
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Solusi Bangun Indonesia Cilacap raih GMP Award 2026. Catat nol kecelakaan tambang dan reklamasi 110 hektare lahan.
PSBS Biak vs Arema FC berakhir 2-4 di babak pertama. Trio Brasil tampil ganas, ini jalannya laga dan susunan pemain.
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.