Ada Pelantikan Presiden di Jakarta, Konser K-Pop Batal
Follow Gyeonggi K-Culture Festa 2019 dibatalkan. Sedianya, acara tersebut diselenggarakan pada 1920 Oktober 2019 di Istora Senayan Jakarta.
Ilustrasi bermain ponsel/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Anda banyak menghabiskan waktu bermain media sosial (medsos) dan membaca banyak informasi dari beragam sumber. Hati-hati, terlalu banyak menerima informasi melalui media sosial dapat mengganggu kesehatan mental Anda.
Melihat berbagai konten berisikan gambar-gambar atau pengumuman pernikahan, pertunangan liburan, kelahiran bayi, atau peningkatan karier orang lain di media sosial dapat membuat Anda merasa tidak nyaman, misalnya Anda mulai membandingkan kehidupan Anda dengan orang lain.
Jika ternyata konten yang diunggah orang lain mempengaruhi kebahagiaan Anda, itulah tandanya Anda harus mengurangi akses ke media sosial.
Menurut penelitian dari University of Pensylvania yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Clinical Psychology disebutkan bahwa 30 menit adalah waktu yang paling ideal untuk beraktivitas di media sosial. Waktu ideal ini bisa dilakukan kalau Anda memang menginginkan kesehatan mental yang lebih baik.
Para peneliti meneliti penggunaan media sosial pada 143 mahasiswa dalam dua kali percobaan. Satu kali pada musim semi dan satu kali lagi pada musim gugur. Peneliti memantau seluruh aktitivas peserta penelitian di Facebook, Instagram, dan Snapchat.
Mereka kemudian diteliti kesehatan mentalnya berdasarkan beberapa indikator yaitu dukungan sosial, takut ketinggalan informasi, kesepian, penerimaan diri, kecemasan, dan depresi.
Selanjutnya, peneliti memisahkan mahasiswa pada kelompok-kelompok. Satu grup diminta untuk menggunakan media sosialnya seperti biasa selama tiga minggu, sebagian grup lagi diminta hanya menggunakan media sosial 10 menit per hari untuk masing-masing platform media sosial. Peneliti kemudian melihat perbedaan apa yang terjadi pada mahasiswa tersebut setelah eksperimen berakhir.
Pada mahasiswa yang hanya menggunakan media sosialnya selama 30 menit per hari, mereka mengalami peningkatan dalam kehidupan mentalnya. Kecenderungan rasa kesepian, depresi, kecemasan, dan takut ketinggalan berkurang drastis.
Faktanya mengurangi kebiasaan media sosial justru membuat kita tidak merasa sepi. Selama ini justru orang sibuk di media sosial dengan alasan kesepian. Padahal hasil penelitian membuktikan lain.
Banyak orang yang juga merasa cemas karena melihat postingan orang lain di media sosial, namun dengan menguranginya tampaknya hidup akan lebih tenang. Yuk gunakan media sosial dengan bijaksana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Follow Gyeonggi K-Culture Festa 2019 dibatalkan. Sedianya, acara tersebut diselenggarakan pada 1920 Oktober 2019 di Istora Senayan Jakarta.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.
Kinerja perbankan nasional tetap kuat di tengah tekanan global. Kredit tumbuh 9,49% dan bank BUMN jadi penopang utama ekonomi.
Ingin merencanakan kehamilan? Simak faktor penting seperti usia, kesehatan, dan gaya hidup yang memengaruhi kesuburan.