BEI Hapus Batas Rp50, Saham GOTO Bisa Turun ke Rp1
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Tidur menggunakan kipas angin/TrendingStylist
Harianjogja.com, JAKARTA—Saat Anda tidur dengan menyalakan kipas angin dalam cuaca panas, Anda sebaiknya mewaspadai gangguan kesehatan yang bisa muncul.
Dr. Michael Benninger dari Head and Neck Institute di Cleveland Clinic, Ohio, Amerika Serikat seperti dilansir Medical Daily menyebut kipas angin listrik sebenarnya cukup aman, tetapi kalau sering terbangun dalam kondisi nyeri otot, sebaiknya Anda waspada.
Jangan meletakkan kipas angin terlalu dekat dengan badan saat tidur. Menurut Sleep Advisor, kekakuan dan sakit otot ini bisa terjadi karena konsentrasi udara dingin pada bagian tertentu tubuh yang membuat otot tegang dan kram.
Masalah ini umum bagi orang yang tidur dengan kipas di dekat wajah dan leher mereka. Kalau bangun dengan leher kaku pada pagi hari, itu mungkin karena angin yang terus-menerus.
Selain bagian dalam tubuh, udara juga bisa memengaruhi bagian luar tubuh, salah satunya kulit. Orang yang kulitnya cenderung kering bisa semakin kering karena semburan udara yang terus menerus. Bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, menggunakan pelembab atau lotion dapat membantu.
Kipas bisa sangat berdebu dan bertungau. Jika kipas jarang dibersihkan, ada dampak buruk bagi kesehatan terutama pada mereka yang punya alergi. Saat digunakan sepanjang malam, kipas dapat membuang dan mengedarkan partikel berbahaya di sekitar ruangan.
American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology (AAAAI) menyatakan tungau debu adalah pemicu alergi yang paling umum. Ahli kesehatan merekomendasikan individu yang rentan alergi secara teratur membersihkan kipas, karpet, dan tempat tidur untuk menghindari paparan alergen di dalam ruangan.
Secara keseluruhan, kipas aman digunakan ketika tidur dalam banyak kasus. Orang yang bangun dengan kulit kering, reaksi alergi atau nyeri otot perlu mencari alternatif atau mengubah cara menggunakan kipas dan secara rutin membersihkannya.
Untuk mengatasi panas pada malam hari, mengenakan pakaian yang lebih tipis, menjaga tubuh tetap terhidrasi misalnya dengan menaruh air minum di samping tempat tidur, atau mandi sebelum tidur bisa menjadi alternatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Dies Natalis ke-42 ISI Jogja ditutup pesta rakyat dua hari dengan jathilan, ketoprak, karawitan, hingga heavy metal.
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
DPRD DIY menyoroti perubahan data desil yang menjadi basis sejumlah kebijakan, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan BPJS.
Pemkot Jogja mendorong koperasi mengembangkan sektor riil melalui SiKepo agar usaha anggota dan koperasi terintegrasi serta lebih produktif.
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.