Ledakan Diduga Kebocoran Gas di Bekasi, Ayah dan Anak Tewas
Ledakan diduga akibat kebocoran gas di Bekasi melukai enam orang satu keluarga. Ayah dan anak meninggal setelah mengalami luka bakar parah.
Ilustrasi sakit flu/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Jika sakit Anda tidak bisa membedakan karena virus atau bakteri.
Virus dan bakteri dituding menjadi penyebab sejumlah penyakit dan dianggap sama, padahal keduanya merupakan mikroba yang berbeda.
Dokter Harry Parathon SpOG(K) dari Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba Kemenkes RI mengilustrasikan jika tubuh manusia sebesar benua Eropa, maka ukuran bakteri diibaratkan sebesar bus, sementara virus sebesar bola sepak.
Dilihat dari segi ilmiah, bakteri merupakan mikroba atau jasad renik yang tidak memiliki inti sel dan berukuran sangat kecil sehingga diperlukan mikroskop untuk melihatnya. Sementara virus adalah mikroba yang tidak bisa hidup tanpa menempel pada induknya, ia baru bisa berkembang biak ketika menempel dengan makhluk hidup lain.
Mengingat ukurannya yang lebih kecil dari bakteri, untuk melihat virus perlu pemeriksaan dan pembesaran yang lebih banyak dibandingkan bakteri. Bakteri memiliki materi genetik berupa DNA, sementara virus antara RNA atau DNA.
Virus akan menempel di suatu sel dan mengambil alih sel tersebut untuk mengembangbiakkan virus-virus lain hingga sel tersebut mati. Virus juga bisa mengubah sel normal menjadi berbahaya untuk kesehatan.
Ketika menyerang tubuh, virus dan bakteri menunjukkan gejala infeksi yang sama, misalnya demam, batuk, radang, muntah, diare dan hidung berair. Contoh penyakit yang disebabkan virus yaitu influenza, sementara bakteri jahat menyebabkan typhus.
Bakteri dan virus merupakan mikroba yang berbeda, maka penanganan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri akan berbeda dengan virus.
Antibiotik yang diresepkan oleh dokter ketika terserang penyakit, dirancang untuk menghilangkan bakteri patogen. Antibiotik tidak bisa membunuh virus, infeksi yang disebabkan oleh virus harus diobati dengan memberikan anti-virus dan dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ledakan diduga akibat kebocoran gas di Bekasi melukai enam orang satu keluarga. Ayah dan anak meninggal setelah mengalami luka bakar parah.
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
Tiga karya budaya Sleman resmi ditetapkan sebagai WBTb nasional 2025, yakni Reog Keprajuritan, Sruntul, dan Bebek Bacem Nglengis.
Gus Rozin menghormati mekanisme AHWA dalam pemilihan Ketum PBNU dan mengajak warga NU menjaga persatuan setelah keputusan Muktamar ke-35.
Komisi III DPR RI merumuskan 13 jenis tindak pidana yang menjadi sasaran RUU Perampasan Aset. Simak daftar lengkapnya.