Terungkap! Motif Bayi Ditinggal di KA Sancaka Solo, Ini Kronologinya
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Ilustrasi mi instan/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Mi instan memang lezat disantap, tetapi tak semua orang boleh memakannya. Ahli kesehatan memang tak melarang ibu hamil mengonsumsinya, namun ada syaratnya.
"Mi instan itu ada kandungan nutrisinya di belakang kemasan. Itu memang lebih baik ketimbang mi-mi yang tidak jelas misalnya. Kalau ingin banget ya tiga bulan sekali bolehlah. Tetapi kalau bisa menghindari ya lebih baik," ujar dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Morula IVF Indonesia, dr. Merry Amelya, SpOG, belum lama ini.
Menurut Merry, mi instan mengalami pengolahan dan makanan yang diolah apalagi berulang mengandung bahan pengawet yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
"Karena dia mengalami pengolahan. Setiap makanan yang mengalami pengolahan berulang pasti ada pengawetnya, tentu tidak baik [untuk kesehatan]," tutur dia.
Tetapi apakah konsumsi mi instan bisa sampai menimbulkan penyakit? Merry membantahnya, apalagi jika hanya dikonsumsi sekali dalam sembilan bulan.
Selain makanan olahan, junkfood, makanan pengandung pemanis tambahan hingga kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol perlu ibu hamil hindari agar janinnya sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Gianni Infantino dilaporkan ke IOC atas dugaan intervensi kasus Balogun & hubungan dengan Trump. FairSquare tuduh pelanggaran netralitas, FIFA bantah.
WhatsApp siapkan cloud backup sendiri untuk iPhone, bebas iCloud! Kuota 2GB gratis, 50GB berbayar, enkripsi end-to-end otomatis. Simak detailnya.
BPKA DIY menegaskan pergeseran anggaran kajian renovasi Stadion Mandala Krida tidak memerlukan persetujuan BPKA dan cukup disetujui Pengguna Anggaran.
Spanyol 2026 sukses mencapai final Piala Dunia dengan gaya bermain yang berbeda dari generasi juara dunia 2010. Lamine Yamal menjadi simbol transformasi La Roja
JBBA 2026 hadir sebagai ajang penghargaan bisnis di Jogja dengan fokus keberlanjutan, budaya, dan dampak sosial. Penilaian berbasis riset independen.