Baterai Seng-Yodium Bisa Ngecas 3 Menit, Tahan 60.000 Kali
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Ilustrasi telur ayam./Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA—Telur ayam selama ini dipercaya membawa banyak penyakit karena tinggi kolesterol. Namun studi terbaru menunjukkan manfaat telur dan tak seperti yang selama ini dipikirkan.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Heart, para peneliti dari China menemukan bahwa orang-orang yang makan rata-rata satu telur per hari memiliki tingkat penyakit jantung yang lebih rendah dan risiko yang lebih rendah mengalami stroke dibandingkan mereka yang tidak makan telur.
Penelitian ini melibatkan hampir setengah juta orang di China yang mengisi kuesioner tentang kebiasaan makan telur mereka. Peneliti mengamati mereka selama sembilan tahun untuk mengetahui kesehatan jantung.
Hasilnya, orang-orang yang makan telur setiap hari memiliki risiko 11% lebih rendah terhadap penyakit jantung, dan 18% lebih rendah risiko kematian akibat penyakit jantung selama masa studi dibandingkan dengan orang yang tidak makan telur.
Manfaatnya tampaknya paling kuat untuk stroke; mereka yang mengonsumsi telur setiap hari memiliki risiko 26% lebih rendah terkena stroke yang berhubungan dengan pendarahan dan risiko 10% lebih rendah dari stroke berbasis gumpalan.
Temuan ini menambah menggeser pemikiran tentang manfaat kesehatan telur, dan kolesterol dan lemak dalam diet secara umum.
Studi terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tinggi kolesterol tidak selalu mengarah ke kadar kolesterol yang tidak sehat yang membahayakan jantung.
Telur mungkin memiliki kolesterol total yang tinggi, sebagian besar karena HDL yang tinggi atau kolesterol baik. HDL dapat memerangi proses aterosklerosis, penumpukan lemak di dinding pembuluh darah, dan karena itu menurunkan risiko penyakit jantung.
Telur juga merupakan sumber protein yang baik, mengenyangkan dan mengurangi risiko obesitas, faktor risiko lain untuk masalah jantung.
Selain itu, makanan ini mengandung nutrisi penting yang dapat mengurangi risiko peradangan, proses berbahaya lain yang dapat membahayakan jantung.
Peneliti menegaskan, seperti dilansir Time, studi ini tidak membuktikan bahwa makan telur dapat melindungi terhadap penyakit jantung atau stroke, tetapi sejumlah besar orang yang terlibat membuat kasus yang kuat bahwa telur tidak bisa dipandang remeh.
Komponen sel-sel jantung yang sehat mungkin lebih penting daripada soal kolesterol yang telah menarik banyak perhatian di masa lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Thailand melaju ke final AVC Continental 2026 usai mengalahkan Jepang 3-1. Hasil ini sekaligus memastikan tiket World Cup 2027 bagi Negeri Gajah Putih.
Agrinas Palma Nusantara menjajaki penggunaan truk listrik untuk mengangkut tandan buah segar sawit guna mendukung modernisasi logistik dan keberlanjutan industr
Mario Aji gagal lolos ke Q2 Moto2 Aragon 2026 setelah finis ke-12 di Q1. Pembalap Indonesia itu akan memulai balapan dari posisi ke-26.
Studi terhadap 183.000 orang menemukan hubungan penggunaan media sosial lebih dari 2,5 jam per hari dengan meningkatnya gejala depresi.
Pemerintah Nepal meminta Meta dan TikTok mempercepat penghapusan konten AI, rekaman lama, hingga QR donasi palsu terkait bencana banjir dan longsor.